Mengenal Mitos-Mitos Seputar Investasi


Investasi itu mahal, investasi itu merepotkan, investasi hanya cocok untuk wanita berkeluarga yang memerlukan dana besar. Merasa akrab dengan semua alasan tersebut? Mungkin salah satunya Anda gunakan sebagai alasan utama mengapa hingga kini Anda belum mempunyai investasi. 

Kami bertanya pada sepuluh wanita dan jawabannya sungguh mencengangkan: hanya dua orang yang memiliki investasi. Kebanyakan dari mereka tidak memilih investasi karena masih terjebak dalam mitos-mitos berikut:

Mitos 1: Investasi itu menyusahkan, karena banyak angka yang susah dimengerti

Sebagai wanita karier, Christine Fransisca, 26, merasa jika investasi adalah suatu hal yang merepotkan. Investasi seperti reksa dana dan saham butuh pemahaman yang tidak sedikit, bahkan beberapa istilahnya menyusahkan. Apalagi, begitu melihat papan saham, semua angka-angka dan grafik yang terdapat di dalamnya langsung membuat kepala pusing sehingga keinginan berinvestasi pun urung dilakukan.

Faktanya: Kunci untuk mengerti sebuah hal baru adalah dengan mengenalnya lebih baik. Sisihkan waktu setengah jam per hari untuk membaca mengenai produk yang Anda ingin ketahui lebih banyak. 

Mitos 2: Investasi itu hanya untuk wanita yang sudah berkeluarga

Bhakti Kusuma, 27, mengatakan jika dirinya belum memiliki investasi hingga saat ini karena belum dianggapnya perlu. Menurut dia, investasi adalah suatu hal serius yang lebih baik dilakukan dengan suami ketika berkeluarga nanti, bukan oleh wanita yang belum menikah. Saat masih single atau pacaran, biasanya wanita memang belum terpikirkan untuk mengembangkan uang mereka dalam bentuk investasi.

Faktanya: Anda akan membutuhkan dana yang lebih besar saat memulai sebuah keluarga, sehingga lebih susah untuk membangun portofolio investasi setelah menikah. Tidak ada kata terlalu awal untuk memulai.

Mitos 3: Investasi itu mahal dan butuh dana besar

Dengan penghasilan di bawah Rp 5 juta, Suhelda, 25, merasa tidak cukup jika ia harus memiliki investasi. Gaji yang didapat selama sebulan dirasanya benar-benar cukup untuk biaya hidupnya, plus sedikit biaya untuk belanja dan hura-hura bersama teman-teman. Sementara itu, untuk berinvestasi ia merasa bahwa dirinya harus menghasilkan uang lebih banyak dulu.

Faktanya: Saat ini ada banyak jenis investasi yang bisa dimulai dengan dana kecil, seperti reksa dana --yang hanya membutuhkan beberapa ratus ribu rupiah.

Mitos 4: Investasi itu sangat beresiko

Berhubung ingin aman, Ayunda, 28, memilih untuk tidak memiliki investasi. Ia menganggap tabungan dan deposito berjangka merupakan pilihan yang tepat karena lebih aman dengan kenaikan bunga yang pasti. Sementara jika memiliki investasi seperti saham, belum pasti dirinya mendapat keuntungan. Bisa-bisa uang yang digunakan untuk investasi justru hilang tanpa jejak. Apalagi berbagai berita tentang pengalaman orang yang merugi besar di pasar saham sudah sering didengarnya.

Faktanya: Tabungan Anda akan tergerus inflasi dari tahun ke tahun, jadi ini adalah cara yang pasti untuk kehilangan uang. Pilihlah tipe investasi yang nyaman Anda lakukan. Untuk membiasakan diri dengan sistemnya, bisa juga lewat permainan edukatif seperti ini

Sudah saatnya membuka mata dan melihat dari sudut pandang yang berbeda. Saat Anda akhirnya bisa mengalahkan mitos-mitos di pikiran Anda dan mulai berinvestasi, Anda hanya akan berharap telah memulainya lebih awal.

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×