5 Langkah untuk Membuka Rekening Saham Online


Rekening saham online bisa jadi alat yang ideal untuk memampukan diri sendiri dalam mengembangkan kekayaan secara praktis dari perangkat mobile yang tersambung internet.

Jimmy Nyo, mantan direktur BNI Securities dengan 21 tahun pengalaman dalam perdagangan saham, menyarankan lima langkah sederhana untuk memiliki portofolio saham online:

Waktu, uang, pengetahuan

Ini adalah tiga kemampuan yang harus Anda miliki sebelum membuka rekening efek. Waktu artinya berkomitmen untuk mengelola investasi dengan mengikuti berita pasar saham dan berdagang menurut perkembangannya. Uang artinya ada dana untuk berinvestasi, di luar dari dana tabungan darurat yang senilai enam bulan biaya hidup. Pengetahuan artinya mengenal betul karakter Anda sebagai investor dan sifat-sifat dari produk investasi Anda, kemudian mampu mengatur cara Anda dalam berinvestasi.

Carilah broker yang tepat

Setelah menentukan bagaimana karakter Anda sebagai investor --pengambil risiko yang mengharapkan imbal hasil tinggi atau pemain aman yang cukup puas dengan imbal hasil yang tidak terlalu tinggi-- langkah berikutnya adalah mencari broker saham yang cocok dengan gaya Anda berinvestasi. "Yang paling penting, memilih broker yang mempunyai reputasi bijaksana dan taat aturan," kata Jimmy. "Kalau broker taat semua peraturan perundangan, investasi Anda aman. Broker yang baik akan membukakan semua rekening yang diperlukan dan tidak sekedar ambil jalan pintas."

Lengkapi keperluan administrasi

Melalui broker, Anda perlu mengisi beberapa formulir untuk membuka rekening efek. Pada umumnya Anda perlu menyertakan KTP dan NPWP, setoran minimum sebesar Rp 5 juta, dan tanda tangan di atas materai senilai Rp 6.000. Data Anda kemudian akan diteruskan kepada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk mendapatkan SID, atau nomor identifikasi investor. Broker juga akan membukakan Rekening Dana Investasi (RDI) Anda di bank. Setelah urusan administrasi ini beres, Anda akan memperoleh konfirmasi via e-mail dari KSEI berikut password untuk mengakses rekening Anda.  

Simpanlah telur-telur Anda dalam keranjang berbeda

Selalu ada risiko terkait investasi saham. Untuk mengurangi risiko, Jimmy menyarankan portofolio dengan saham dari industri-industri berkorelasi negatif. "Hindari investasi pada dua industri yang saling berhubungan, misalnya semen dan infrastruktur. Sebab jika harga semen bergejolak, saham infrastruktur Anda akan kena imbasnya. Usahakan berinvestasi pada industri yang hampir tidak berhubungan satu sama lain, misalnya semen dan makanan."

Kelola investasi Anda

Walaupun portofolio saham online bisa membuat pengelolaan investasi Anda lebih praktis, Anda tetap perlu berkomitmen memonitor dan mengontrolnya supaya hasilnya optimal. Bacalah berita pasar saham dan cobalah menganalisa perkembangan terkini secara logis. Jika ragu-ragu, telitilah dengan lebih seksama dan diskusikan dengan broker Anda.

Proses menghasilkan keuntungan dari portofolio saham online Anda membutuhkan komitmen, pembelajaran yang berkelanjutan, serta kepekaan pada perkembangan pasar. Namun, berkat teknologi berbasis internet, akses pada informasi yang dibutuhkan kini menjadi lebih mudah, sehingga ini bisa menjadi proses yang menguntungkan.

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×