Pentingnya Mengetahui Nilai Kekayaan Bersih Anda


Apa yang terbersit di pikiran Anda saat mendengar istilah “kekayaan bersih”? Pernahkah topik ini muncul dalam percakapan sehari-hari Anda? Atau apakah dua kata tersebut terdengar seperti bahasa berat yang digunakan dalam daftar milyarder Forbes?

Sebenarnya, kekayaan bersih adalah total jumlah dari apa yang Anda miliki, dikurangi dengan utang-utang Anda.

Milik Anda termasuk uang tunai, properti -hanya sejumlah nilai yang telah dilunasi, serta investasi Anda. Dalam hal ini, katakanlah Anda punya:

  • tabungan Rp 17 juta di bank
  • simpanan uang tunai Rp 8 juta dalam brankas
  • rumah senilai Rp 200 juta –tapi baru dilunasi Rp100 juta
  • saham senilai Rp 10 juta
  • obligasi senilai Rp 5 juta

Jika ditotal, kekayaan bersih Anda adalah Rp 140 juta.

Utang Anda termasuk utang kartu kredit, KPR yang belum lunas, cicilan mobil, serta pinjaman-pinjaman lain. Jika Anda punya:

  • utang kartu kredit Rp 5 juta
  • KPR rumah senilai Rp 100 juta yang belum lunas
  • sisa cicilan mobil Rp 25 juta

Berarti Anda memiliki utang sebesar Rp 130 juta. Dengan begitu, kekayaan bersih Anda praktis hanya Rp 10 juta.

Apa pentingnya mengetahui hal ini?

1. Pendapatan Anda tidak sama dengan kekayaan Anda

Pendapatan Anda bisa saja besar, tetapi kalau Anda menghabiskannya atau memiliki utang, kekayaan bersih Anda bisa jadi kecil sekali. Mungkin awalnya Anda pikir, “Wah, punya Rp 140 juta itu banyak sekali! Itu sama dengan 1-2 tahun gaji saya.” Namun, dengan utang sebesar Rp 130 juta, ternyata kekayaan bersih Anda hanya Rp 10 juta.

2. Untuk dapat menentukan target finansial, Anda perlu mengetahui posisi keuangan Anda sekarang

Ibarat kompas yang memiliki empat arah –utara, selatan, timur dan barat– kekayaan bersih Anda adalah arah kelima pada kompas yang menunjukkan posisi Anda dalam pemetaan finansial, seberapa jauh posisi Anda dari target yang Anda tetapkan, serta ke arah mana Anda perlu bergerak agar dapat mencapainya.

Tentukan tujuan keuangan Anda, misalnya untuk membeli sebuah rumah, membuka usaha, berlibur ke Eropa, atau hal lainnya.

3. Rencanakan persediaan keuangan darurat Anda

Apa yang akan Anda lakukan jika tertimpa musibah—jatuh sakit atau kehilangan pekerjaan—yang mengakibatkan Anda kehilangan nafkah?

Anda perlu mengetahui berapa dana yang tersedia untuk menutupi pengeluaran Anda jika Anda tiba-tiba tidak punya pendapatan sama sekali.

Idealnya, Anda punya tabungan dana darurat yang mudah diakses kapan saja, senilai enam bulan pengeluaran Anda. Ini tidak termasuk investasi atau deposito.

Tentu saja setiap hal memerlukan langkah-langkah kecil, termasuk untuk memiliki kekayaan bersih. Jika nilai kekayaan Anda saat ini negatif, Anda perlu menjadikannya positif, walaupun hanya senilai Rp 10.000.

TIP: Untuk menghitung kekayaan bersih Anda, gunakan kalkulator Net Worth LiveOlive melalui My Money Toolbox-Budget Tool-How Much Am I Worth. Setelah itu, Anda bisa memonitor perkembangan Anda setiap bulan atau beberapa kali dalam setahun. 

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×