Apa yang Bisa Diharapkan dari Financial Planner


Dengan bertambahnya kebutuhan ekonomi saat ini, Anda mungkin kewalahan dalam mengejar tujuan finansial besar seperti membeli properti atau menyekolahkan anak. Dalam situasi seperti ini, ada baiknya untuk mempertimbangkan jasa perencana keuangan atau yang lebih sering disebut financial planner. Sebelum membuat keputusan, ketahuilah beberapa prinsip berikut:

Bagaimana pembayaran jasanya?

Jika Anda bertanya pada seorang dependent financial planner seperti Christian Pratama –seorang Registered Financial Planner (RFP) yang bekerja untuk sebuah institusi keuangan– Anda mungkin tidak akan dipungut biaya konsultasi. Christian berkata ia akan membantu klien dengan menganalisa dan menghitung keadaan keuangan serta resiko yang mereka hadapi, kemudian menawarkan solusi dalam bentuk produk yang sesuai kebutuhan –misalnya investasi, rencana tabungan dan asuransi. Christian tentunya memperoleh komisi dari penjualan produk.

Akan tetapi, ada juga financial planner yang independen. Beberapa orang menilai mereka lebih obyektif dibandingkan dependent financial planner karena tidak berafiliasi dengan institusi keuangan tertentu. Umumnya, mereka memungut bayaran per sesi atau berdasarkan jumlah aset yang Anda miliki.

Kualifikasi seorang financial planner

Seorang financial planner harus terdaftar sebagai RFP atau memiliki sertifikat CFP yang ditetapkan Financial Planning Standards Board. Keanggotaan FPSB berlaku selama dua tahun, kemudian harus diperbarui lagi –Anda bisa mengeceknya di www.fpsbindonesia.net jika ia berbasis di Indonesia, atau www.fpsb.org jika di negara lain.

Bagaimana prosesnya?

1.    Pertemuan pertama –untuk membangun hubungan.
2.    Pencarian data –financial planner akan menanyakan poin-poin yang menggambarkan
       situasi keuangan Anda saat ini.
3.    Perhitungan –financial planner memperhitungkan langkah-langkah yang dibutuhkan
       untuk mencapai tujuan keuangan Anda.
4.    Presentasi –financial planner mempresentasikan hasil perhitungannya dan menawarkan solusi
       dalam bentuk produk keuangan.
5.    Penyempurnaan –jika Anda punya pertanyaan mengenai solusi yang ditawarkan atau ingin memberi
        informasi tambahan tentang situasi keuangan Anda supaya financial planner bisa menawarkan
        solusi yang lebih baik lagi.
6.    Closing –Anda berkomitmen untuk berinvestasi pada produk yang ditawarkan.
7.    Servicingfinancial planner terus menuntun Anda untuk fokus mencapai tujuan keuangan.

Lakukan check up berkala

Menggunakan analogi hubungan antara pasien dan dokter, biasanya seorang pasien menemui dokternya ketika ada masalah kesehatan. Namun, idealnya orang sehat pun perlu melakukan check up berkala saat mengalami masalah atau tidak. “Seperti (analogi) itu, ada baiknya juga bertemu financial planner Anda secara berkala untuk meminta financial check up,” kata Christian.

Selain check up berkala, sebaiknya Anda juga menemui financial planner ketika ada perubahan-perubahan besar dalam hidup Anda --misalnya baru menikah, punya anak, atau dapat promosi kerja. Perubahan-perubahan tersebut biasanya akan berdampak pada gaya hidup serta prioritas keuangan Anda.

TIP: Pastikan financial planner Anda menyatakan setiap potensi konflik kepentingan.—mencantumkan secara tertulis institusi mana saja yang bekerja sama dengannya. Apabila ia terbukti melanggar etika bisnis, Anda bisa melaporkannya ke FPSB, organisasi yang punya kuasa untuk mencabut lisensi CFP atau RFP yang dimilikinya. 

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×