Tantangan 30 Hari Hidup Hanya dengan Uang Tunai


Ambil dompet Anda sekarang dan lihat berapa banyak uang yang tersimpan di dalamnya. Apakah itu cukup menghidupi Anda selama seminggu? Kehidupan di era cashless ini telah membuat kita dimanjakan oleh segala bentuk cash-back reward, promo kartu kredit, airline miles, dan banyak manfaat lain yang semata-mata bertujuan supaya orang bersedia menghabiskan lebih banyak uang. 

Tim LiveOlive mendiskusikan hal ini, kemudian masing-masing mencoba untuk mencari jawaban apakah uang tunai masih merupakan alat pembayaran utama –dengan bertahan memakai uang tunai selama 30 hari. Berikut kesimpulan yang bisa kita pelajari:   

Kita Menjadi Lebih Hemat (atau Pelit)

Sebagian besar dari kami tidak suka melihat tabungan berkurang. Oleh karena itu, kami akhirnya mengurangi pengeluaran selama tantangan 30 hari ini. Tanpa disadari, kami mengatur anggaran lebih rendah dari biasanya. "Saya pergi ke toko buku untuk membeli hadiah untuk seorang teman. Waktu saya melihat notes lucu untuk diri saya sendiri, biasanya saya akan mengambil kedua barang dan memasukkannya ke dalam tagihan kartu kredit. Tapi, berhubung saya hanya punya uang tunai, saya harus tetap fokus ke rencana pembelian semula," kata Jocelyn Pantastico, pendiri LiveOlive.

Kemudian, setelah bolak-balik ke ATM –kami hanya bisa ke ATM untuk menarik uang tunai– kami akhirnya memilih untuk membawa lebih banyak uang tunai dan menyebarnya di beberapa tas yang kami pakai sehari-hari, untuk jaga-jaga seandainya kami harus ganti tas dan kehabisan uang di tengah jalan. 

Kita Menghabiskan Lebih Banyak Waktu di Bank

Saat tersulit bagi kami untuk tetap menggunakan uang tunai adalah pada awal bulan. Tidaklah mudah untuk membayar tagihan-tagihan dan mengalokasikan pendapatan ke berbagai rekening bank secara manual. Transaksi yang biasanya hanya memakan kurang dari lima menit lewat ATM jadi molor hingga setidaknya satu jam jika dilakukan lewat teller di bank. "Selain tidak perlu repot pergi ke cabang berbagai bank, uang administrasi (lewat ATM) juga lebih murah. Misalnya, saya bisa membayar kartu kredit saya lewat ATM dengan gratis, sementara kalau di teller harus antri dan kena Rp 10.000," kata Citra Wikastri, digital marketing manager LiveOlive.         

Kita Cenderung Meremehkan Pengeluaran Sendiri

Selama tantangan 30 hari ini, kami belajar bahwa kami cenderung mengecilkan pengeluaran kami –atau mungkin, kami ingin menyangkali kenyataan. Kami semua berpikir kalau kami lebih hemat dari yang sebenarnya. Inilah mengapa beberapa dari kami akhirnya harus bolak-balik ke ATM lebih sering dari yang seharusnya. Yah, memegang uang di tangan memang baik, tapi ada juga kelemahannya; uang tunai menarik perhatian dan memberi kita ilusi bahwa kita lebih kaya. Jujur saja nih, saat kita membawa dompet tebal berisi pecahan lima puluh ribu, akan sangat mudah untuk merasa tidak nyaman dan kita jadi ingin menghabiskan uang tersebut atau mengubahnya menjadi sepasang sepatu wedges yang manis atau tas keren yang sebenarnya tidak kita butuhkan.    

Kita Tidak Kebal Terhadap Godaan

Pada satu atau dua kesempatan, kami semua gagal menyelesaikan tantangan uang tunai dengan nilai sempurna. Sementara saya gagal untuk menyelamatkan kartu debit saya dari promo "beli 2 dapat 3" yang mendadak mengharuskan saya untuk belanja hari itu juga, yang lain gagal karena alasan-alasan yang lebih mulia; seperti membeli mainan untuk anak di rumah, belanja kebutuhan rumah tangga dengan kartu kredit supaya dapat sedikit diskon, atau membayar dengan kartu kredit di Starbucks untuk memperoleh kopi dan pastry gratisan.

Jika Anda ingin mencoba ber"eksperimen" dengan uang tunai seperti kami, lakukan dengan tujuan jelas di akhir periode. Seperti halnya diet, bukanlah ide yang bagus untuk mengekang diri kita dari keinginan belanja tanpa alasan yang jelas. Meski begitu, jika ditanya apakah kami mampu melakukan tantangan ini lagi? Tentu saja! 

Tip: Anda bisa menarik sejumlah uang tunai di awal minggu, kemudian belanjakan hari demi hari. Sesuaikan lagi jumlahnya jika menurut Anda perlu, simpan semua bon pembayaran dan lihat apakah Anda menghabiskan lebih sedikit ketika menggunakan uang tunai vs. kartu plastik.

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×