Bagaimana Asuransi Menyelamatkan Hidup Saya


Diana merasa bersyukur. Setelah didiagnosis kanker lambung 10 tahun yang lalu, ia tetap dapat menikmati hidupnya saat ini.

Yang terburuk telah lewat, tetapi obat-obatan rutin senilai Rp 10 juta per bulan harus terus dikonsumsi untuk mempertahankan kondisinya. Belum lagi untuk check-up, rawat jalan dan biaya tidak rutin lainnya.

Jika hanya dengan gaji saat ini –sebesar Rp 15 juta rupiah per bulan– tidak mungkin Diana dapat membiayai semua pengobatannya. Apalagi, dengan suami yang sudah pensiun dan dua orang anak yang kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta.

Penyakit tidak dapat diduga kapan datangnya. Diana beruntung karena membeli polis asuransi kesehatan lengkap dengan perlindungan penyakit kritis saat kesehatannya masih prima. Walaupun pada awalnya terasa berat untuk membayar premi, ia tidak pernah menyesal.

“Jika saya harus membayar sendiri biaya pengobatan, mungkin saya harus menjual mobil dan rumah. Dan entah bagaimana dapat membiayai kuliah anak-anak saya. Ratusan juta rupiah per tahun untuk membayar obat dan rumah sakit itu jauh di atas kemampuan kami,” tutur Diana.

Asuransi kesehatan memang bagaikan payung yang terlipat di bagasi mobil, tidak diperlukan dalam kondisi biasa. Tetapi saat terjadi masalah kesehatan yang membutuhkan biaya besar, kita akan bersyukur memilikinya.

Bagi yang memiliki fasilitas perlindungan kesehatan dari kantor pun belum tentu bisa bebas dari biaya kesehatan. Annie, seorang karyawan bank yang terkena stroke, terpaksa harus menggunakan sebagian tabungannya untuk melunasi biaya karena total tagihan rumah sakitnya mencapai sebesar Rp 200 juta, melebihi plafon maksimal  sebesar 180 juta rupiah yang ditanggung asuransi kesehatan dari kantornya.

Biaya kesehatan merupakan komponen biaya tak terduga yang bisa berjumlah sangat besar. Kemoterapi untuk kanker, misalnya, bisa mencapai hingga ratusan juta rupiah. Biaya sebesar itu bisa dengan cepat menghabiskan dana darurat dan investasi Anda. Pada banyak kasus, pengeluaran untuk masalah kesehatan bisa membuat orang menjual aset-asetnya, bahkan hingga berhutang.

Anda dan keluarga bisa mencegah ketidaksiapan ini dengan asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan. Lebih dari itu, pastikan Anda terlindungi dengan asuransi penyakit kritis jika ada sejarah orang tua atau kerabat yang memiliki penyakit kritis tertentu.

Tentu kita perlu membiasakan hidup sehat dan berharap agar semuanya baik-baik saja, tetapi saat terjadi resiko, ada baiknya Anda tahu bahwa ada bantuan yang bisa diandalkan. 

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×