5 Bibit Masalah yang Perlu Dihindari Pasutri Baru


Selamat! Anda baru saja menikah dengan sosok idaman Anda. Apakah semuanya masih berbunga-bunga? Tunggu dulu!

Dunia pernikahan tak hanya berisi bunga-bunga bahagia saja. Beberapa masalah baru yang mungkin tidak pernah Anda rasakan ketika masih pacaran bisa terjadi setelah menikah. Itulah mengapa sangat penting bagi Anda dan pasangan untuk duduk bersama dan membicarakan beberapa hal, terutama yang menyangkut masalah keuangan, agar pernikahan Anda bisa terhindar dari lima bibit masalah berikut:

1. Meributkan Masalah Pembagian Penghasilan

Masalah pembagian penghasilan sebaiknya dibicarakan sebelum menikah. Riri, 29, menyesal mengapa tidak semenjak pacaran ia dan suaminya membicarakan pembagian penghasilan untuk rumah tangga. Berhubung keduanya bekerja, pasangan ini menyumbang sama rata, yakni 50% dari penghasilan mereka. Tapi, yang tidak diperhitungkan adalah pekerjaan suaminya sebagai wirausahawan yang seringkali tidak memiliki gaji tetap setiap bulannya.

“Kadang-kadang suka sebal karena tiap bulan uang yang suami berikan berbeda jumlahnya, bahkan bagian saya sering lebih besar daripadanya,” ujar Riri.

2. Memberi Uang ke Orang Tua

masalah pasutri baru

Dalam adat ‘timur’, memberikan uang kepada orang tua dianggap sebagai suatu keharusan bagi banyak  orang. Akan tetapi, tanggung jawab Anda setelah menikah tak lagi kepada diri sendiri dan orang tua, tapi juga kepada pasangan. Gloria, 28, mengaku tidak mengalami masalah jika pasangannya setiap bulan masih rutin memberikan sebagian gajinya untuk mertuanya karena dirinya pun melakukan hal yang sama.

“Sejak berpacaran kami sudah sama-sama tahu bahwa tiap bulan ada yang disisihkan dari uang pribadi kepada orang tua masing-masing,” katanya.

3. Dana untuk Amal

Ternyata memberikan dana amal bisa menjadi pemicu pertengkaran antar suami-istri, setidaknya begitu yang pernah dialami oleh Riri. Menurutnya uang amal harus diberikan seikhlasnya dan tidak terpatok dengan jumlah tertentu, apalagi jika mencapai jutaan rupiah. Tapi setelah lebih dari setahun menikah Riri mulai menyadari jika pemberian dana amal, terutama menurut keyakinan, merupakan hal pribadi yang tidak bisa diganggu gugat.

4. Dana Pengeluaran Tertentu

Meski setelah menikah ada anggaran yang terkumpul dari gaji masing-masing, terkadang baik Anda maupun pasangan ingin membeli barang yang cukup mahal. Bagaimana reaksi pasangan jika tiba-tiba Anda membeli iPhone keluaran terbaru seharga hampir Rp 9 juta tanpa berkonsultasi? Gloria menyatakan bahwa dirinya suka sebal jika suaminya tiba-tiba membeli barang mahal yang dianggapnya tidak penting. Pernah suatu ketika ia marah besar karena suaminya membeli kamera SLR seharga Rp 15 juta.

“Sebalnya karena masih banyak urusan lain yang belum dibayar seperti cicilan rumah. Daripada beli barang mahal, lebih baik digunakan untuk mencicil rumah, kan?” tegasnya. Tidak ada salahnya buat kesepakatan dengan pasangan tentang berapa jumlah dan jenis pengeluaran yang harus didiskusikan bersama. 

5. Siapa yang Akan Mengurus Orang Tua

Usia pernikahan boleh masih beberapa bulan saja, tapi lebih baik Anda mulai membicarakan siapa yang akan mengurus orang tua dari pihak masing-masing kelak. Untuk hal ini, baik Gloria maupun Riri menyatakan jika mereka belum mendiskusikan hal tersebut dengan suami. Gloria tidak terlalu khawatir karena ia dan suaminya masih memiliki saudara kandung yang dapat berbagi peran mengurus orang tua ketika sakit. Sementara Riri dan pasangan juga belum terpikir membicarakannya karena kedua orang tua mereka masih sama-sama sehat.

Sebisa mungkin bicarakan hal-hal yang besar dengan pasangan sebelum menikah, karena ini akan membantu Anda menangkap perbedaan sejak dini untuk menghindari rasa sakit hati di kemudian hari.

Kuis: Apakah Anda dan Pasangan Cocok Secara Finansial?

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×