Aturan Seputar Uang Ketika Tinggal dengan Mertua


Jika Anda dan pasangan kebetulan harus tinggal di "pondok mertua indah", banyak hal yang harus direncanakan, termasuk masalah seputar keuangan.

Selain harus berbagi tempat tinggal, seringkali Anda juga harus berbagi dan mempunyai toleransi besar terhadap beberapa hal lainnya. Kira-kira apa masalah seputar uang yang sering dialami pasangan yang tinggal di rumah mertua?

Biaya Bulanan Sandang Pangan

Rumah boleh ditinggali oleh dua pasangan, Anda dan suami serta ibu dan ayah mertua, tapi dapur yang terdapat di rumah tersebut tetap satu. Kalau sudah begini biasanya apa yang Anda masak dan makan tentu Anda hidangkan juga oleh mertua yang tinggal di atap yang sama. Apa ini artinya Anda yang harus membeli sandang dan pangan?

Julie, 33, menyatakan jika sudah ‘wajib’ hukumnya bahwa uang untuk biaya makan sehari-hari dibayar oleh ia dan suami. “Namanya juga numpang, setidaknya biaya makan kami yang bayar karena untuk tinggal kan sudah gratis,” demikian opininya.

Julie mengaku tidak mempunyai masalah untuk membayar semua biaya makan di rumah mertuanya. Apalagi mertuanya tersebut juga suka membuatkan makanan untuk ia dan suaminya. Meskipun begitu untuk pembelian barang-barang keperluan pribadi seperti sabun mandi dan shampoo tidak dibelikan oleh dirinya kecuali jika diminta oleh sang mertua.

“Engga sih, paling yang dibelikan keperluan umum dapur seperti sabun cuci dan pengharum lantai. Kecuali kalau diminta baru saya belikan,” ujarnya.

Masalah Kepemilikan Barang

Ada lagi hal menarik yang dialami pasangan yang tinggal di rumah mertua. Seringkali barang-barang yang dibeli dan ditaruh di rumah mertua akhirnya seiring waktu akan menjadi milik mertua, bahkan saat Anda hendak pindah ke rumah sendiri. Pengalaman ini juga yang menimpa Julie yang pernah membeli televisi, namun lama-kelamaan barang elektronik yang ditaruh di ruang tamu tersebut sepertinya menjadi hak mertuanya.

“Belum sampai saya bawa ke rumah baru karena memang kami belum punya rumah sendiri. TV yang dibeli saya dan pasangan tersebut pernah saya ingin bawa ke kamar kami, tapi ternyata mertua menentang,” katanya.

Membayar Biaya Bulanan

Ternyata membayar biaya rutin seperti tagihan listrik rumah mertua pernah menjadi bibit pertengkaran Khaerunnisa, 30, dengan suaminya. Khaerunnisa yang merasa jarang menggunakan fasilitas listrik rumah mertua keberatan jika harus membayar biaya listrik secara penuh. Tetapi suaminya yang merupakan anak pertama ternyata sudah terbiasa membayar biaya listrik rumah ibunya secara teratur sejak punya pekerjaan.

“Sempat bertengkar dengan suami karena buat saya kenapa semua pembayaran listrik harus dibebankan padanya dan saya,” jelasnya.

Hingga kini dirinya mengaku masih kurang sreg dengan tindakan suaminya tersebut, meski sekarang biaya listrik dibayar oleh gaji suaminya dan bukan dengan uang bersama.

Memang, idealnya suami dan istri mengatur pengeluaran rumah tangga bersama tanpa dicampuri pihak luar, bahkan mertua sekalipun. Namum, melihat budaya timur, masih sulit untuk melakukan hal tersebut, terutama jika pasangan Anda menopang keadaan finansial mertua yang sudah tidak bekerja dan tidak mempunyai sumber penghasilan.

Baca juga:  5 Bibit Masalah yang Perlu Dihindari Pasutri Baru

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×