Saya Ingin Beli Rumah






PERTANYAAN:

Saya karyawan berusia 24 tahun yang tinggal di Bandung. Orangtua saya mendapat bagian dari warisan sebesar Rp 200 juta yang amanatnya digunakan sebagai DP untuk membeli rumah. Saat ini saya dan orangtua masih tinggal di rumah nenek. Hingga kini, kami masih belum mendapat gambaran tentang lokasi rumah dan tipe rumah apa yang akan kami beli. Sebaiknya uang tersebut disimpan dalam bentuk apa dan dialokasikan kemana agar tidak terpakai sana sini?  



1. Apakah Anda memiliki dana darurat?
A. Tidak punya
B. Saya hanya bisa menutupi biaya hidup 3 bulan
C. Ya, saya punya lebih dari cukup 
 
2. Kapan Anda ingin membeli rumah tersebut?
A. Tahun depan
B. Dalam 2 tahun ke depan
C. Tidak dalam waktu dekat
 
3. Berapa banyak penghasilan Anda yang ditabung setiap bulan? 
A. 10%- 20% 
B. Sekitar 20%
C. Lebih dari 20%

JAWABAN:
 
Jika Nilai Anda Kurang dari 50:
 
Membeli rumah atau properti apapun adalah keputusan besar. Oleh karena itu, memang lebih baik Anda mempertimbangkannya secara matang. Normal kok jika proses ini memakan berbulan-bulan. Berinvestasi di saham, reksa dana atau instrumen sejenisnya tidak akan optimal karena kemungkinan besar Anda akan membutuhkan uang tersebut dalam waktu dekat. Rekening tabungan adalah pilihan yang tepat karena Anda bisa menariknya kapan saja. Kelemahannya, rekening tabungan menghasilkan bunga sangat sedikit, sehingga menyimpan terlalu banyak di rekening ini akan membuat Anda kehilangan bunga.   
 
Salah satu solusinya adalah: Buat Uang Anda Bekerja Lebih Keras untuk Anda
 
Jika Nilai Anda Antara 50 dan 80:
 
Kami sarankan Anda investasikan uang yang tidak akan Anda butuhkan selama setahun atau lebih. Agar uang warisan tersebut tidak terpakai sia-sia atau mengendap di rekening tabungan, Anda bisa menaruh Rp 200 juta ke dalam deposito. Uang Anda bisa tetap mudah dicairkan seandainya butuh uang tunai, tapi memperoleh bunga yang maksimal selama tidak diutak-utik. Bagi deposito Anda menjadi 2 atau 3 bagian –masing-masing dengan jangka waktu berbeda, misalnya 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Dengan begitu, Anda membungakan lebih banyak uang dari bank.   
 
Jika Nilai Anda Lebih dari 80:
 
Anda perlu mempertimbangkan hal-hal seperti lokasi –entah rumah tersebut akan ditinggali Anda dan keluarga, atau akan disewakan ke orang lain, jumlah cicilan yang Anda mampu bayar, dan lain-lain. Jika Anda sudah terbiasa menabung lebih dari 20% penghasilan Anda setiap bulannya, maka Anda tidak akan punya masalah untuk membayar cicilan rumah. Pastikan saja jumlah cicilan dan utang Anda tidak melebihi 30% dari penghasilan Anda. Gunakan Kalkulator Pinjaman Rumah LiveOlive untuk mengetahui berapa banyak yang perlu Anda sisihkan tiap bulan.  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×