3 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli Asuransi Perjalanan


Setelah menghabiskan lebih dari 15 jam di dua negara transit, tiga airport dan pesawat, yang saya inginkan hanyalah bertemu dengan keluarga tercinta di tempat tujuan. Perjalanan saya baik-baik saja, sampai ketika pilot mengatakan bahwa cuaca pagi itu terlalu berkabut dan pesawat terpaksa mendarat di kota asing yang berjarak 110 kilometer dari tujuan atau sekitar 1 jam perjalanan darat.

Bahkan rencana perjalanan paling rapi pun bisa berubah menjadi "mimpi buruk". Banyak orang membuat checklist sebelum berlibur dan menyertakan “tiket pesawat”, “paspor” dan “kamera digital” ke dalam daftarnya, tapi melupakan satu hal yang menyangkut perlindungan dirinya; asuransi perjalanan.

Jika hal-hal yang tak diinginkan terjadi, hal pertama yang kita bisa syukuri adalah mengetahui bahwa kita memiliki item yang satu ini di tangan. Tapi, bagaimana cara memilih produk asuransi yang sesuai?  

1. Bandingkan Nama, Bukan Harga

Mengingat ada banyak perusahaan asuransi –lokal dan internasional– yang menawarkan perlindungan perjalanan, ada baiknya untuk memilih sesuai tujuan wisata Anda. Contohnya, Anda bisa memilih perusahaan asuransi lokal jika Anda akan berlibur ke Lombok, tapi memilih perusahaan asuransi yang memiliki reputasi baik di Eropa saat akan berlibur ke Prancis. Dengan begitu, Anda bisa yakin bahwa perusahaan tersebut memiliki jaringan yang dapat membantu Anda dalam keadaan darurat.

Dessy Sagita, jurnalis sebuah koran berbahasa Inggris di Jakarta, mengaku menyesal karena telah membeli produk asuransi perjalanan yang paling murah saat ia melakukan perjalanan ke Paris beberapa waktu yang lalu.

“Waktu itu, saya beli asuransi perjalanan yang ditawarkan oleh travel agent, pilihnya yang termurah, asal ada saja,” kata Gita –begitu nama panggilannya. Alhasil, saat dompetnya dicopet, ia tidak mendapatkan ganti rugi sama sekali.

“Ternyata yang di- cover cuma medical cost dan lost baggage,” ungkapnya. Akibat kejadian tersebut, Gita kehilangan uang saku, KTP, berikut kartu-kartu penting lainnya yang membuatnya rugi sekitar Rp 15 juta.

  1 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×