5 Tips Liburan a la Flashpacker


Enam tahun yang lalu Anda mungkin betah camping dua malam berbekal tenda dan ikan tuna kaleng, menyusuri daerah terpencil bermodalkan ransel dan sandal gunung, atau keliling pulau Jawa dengan bis dan kereta ekonomi.

Tapi sekarang, Anda tidak bisa pergi kemana-mana tanpa iPad atau pengering rambut. Selamat! Anda mungkin sudah menjadi seorang flashpacker, seorang turis yang menyukai perjalanan spontan seperti backpacker, tapi menginginkan kenyamanan modern seperti koneksi internet dan air panas. 

Seorang flashpacker tidak keberatan membayar lebih untuk memperoleh kamar pribadi di hostel atau mencoba restoran terbaru milik Jamie Oliver. Intinya, ia tidak akan pulang dalam keadaan bangkrut.

Jika Anda ingin memaksimalkan waktu liburan Anda sementara tetap menghemat pengeluaran untuk hal-hal yang Anda sukai, lakukan beberapa tips berikut ini:

1. Ambil jalan pintas

Anda mungkin satu dari sekian banyak orang yang berpikir untuk melakukan road trip antar propinsi atau antar negara. Meski terdengar seru, road trip bisa menghabiskan lebih banyak waktu di jalan dan menguras tenaga Anda bahkan sebelum tiba di tempat tujuan. Untuk menghindarinya, jangan ragu untuk ambil jalan pintas lewat udara. Dengan begitu, Anda bisa mengunjungi lebih banyak tempat di satu lokasi.

Tip: Perkirakan rute Anda, kemudian beli tiket penerbangan low-cost carrier secara online. Sehari sebelum keberangkatan Anda bisa melakukan online check-in dan mencetak semua tiket pesawat Anda untuk mengurangi kerepotan check-in di bandara atau saat di perjalanan.

2. Berinvestasi pada produk teknologi

Berbeda dengan turis backpacker, seorang flashpacker tidak bisa bergantung pada warung internet dan feature phone saat berpergian, karena ia harus mengabari keluarga, rekan bisnis atau bahkan melakukan sedikit pekerjaan di sela-sela liburannya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya membawa 1-2 gadget dan peralatan pendukung seperti travel adaptor dan dual port universal charger.

Tip: Belum punya travel adaptor? Belilah selagi Anda di pesawat! Maskapai penerbangan biasanya menawarkan model yang praktis dengan harga lebih murah dibandingkan toko di bandara atau hotel. Lalu, jika Anda tidak punya tablet dan terpaksa harus meninggalkan laptop Anda di rumah, bawa saja portable hard drive untuk menyimpan film favorit sebagai pengobat rindu atau foto-foto perjalanan yang sudah memenuhi kuota media card di kamera Anda.

3. Kumpulkan miles dari penerbangan

Seorang backpacker tidak akan mengeluh naik Ryanair atau Jet Airways, tapi bagi seorang flashpacker naik pesawat murah tanpa reward miles –terutama untuk jarak medium dan jarak jauh– bisa jadi pemborosan. Cara yang lebih cerdas adalah mengumpulkan miles dari pembelian tiket dan pemesanan hotel tertentu.

Tip: Pilih satu airline alliance yang Anda sukai dan kumpulkan miles melalui maskapai penerbangan yang tergabung di dalamnya. Contohnya, awal bulan ini Garuda Indonesia mengumumkan integrasinya dengan SkyTeam Alliance dan itu berarti miles yang Anda peroleh dari penerbangan Garuda dapat diakui oleh anggota lain –KLM, Korean Air, dan sebagainya— dan demikian sebaliknya. Perjalanan Anda pun akan lebih nyaman daripada selalu menggunakan maskapai budget.

4. Maksimalkan ukuran tas

Anda perlu memiliki sebuah tas yang ideal untuk dibawa ke dalam kabin pesawat. Selanjutnya, Anda bisa selalu membawa tas ini kemana pun Anda berpergian tanpa rasa cemas. Jika sejak awal perjalanan Anda sudah tahu kalau Anda perlu membawa krim malam, sabun khusus, atau apapun yang berbentuk cairan, bersiaplah membawa tas lain untuk disimpan di bagasi atau membagi cairan tersebut ke dalam beberapa botol berukuran 100 ml.   

Tip: Untuk perjalanan ke beberapa lokasi, lebih baik bawa 2 tas kabin dan tas medium dibandingkan 1 tas ekstra besar yang merepotkan untuk diangkut atau dititipkan di dalam loker tas. Ukuran tas kabin yang “aman” adalah 50 x 40 x 20 cm.

5. Jangan ambisius

Pernah mendengar teman yang menceritakan rencana liburan yang super padat dengan jadwal terperinci setiap harinya? Besar kemungkinan ia akan berakhir tanpa kenangan indah atau jatuh sakit. Sebagai flashpacker, Anda bisa menikmati liburan hanya dengan berada di tempat tersebut dan berinteraksi dengan penduduk lokal di sana. Cari agenda pameran, festival seni dan budaya di tempat tersebut. Lebih baik mengeluarkan uang untuk melihat sebuah pertunjukan yang langka daripada menghabiskannya untuk masuk ke tempat populer bagi turis atau beli souvenir.     

Tip: Jika Anda ternyata jatuh cinta pada satu kota, jangan ragu untuk tinggal lebih lama dan mengubah rencana perjalanan Anda –meski itu berarti melupakan kota yang lain dan membuang tiket pesawat Anda. Sudah siap berpetualang?   

   

Baca juga: Perlu Tidak Sih Membeli Asuransi Perjalanan?

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×