Uang Warisan: Cara Cerdas Memaksimalkannya


Mendapatkan harta tak terduga memang bisa menempatkan Anda dalam pilihan yang sulit. Jika salah langkah, Anda malah akan jadi boros atau bahkan berakhir dalam lilitan utang untuk mempertahankan gaya hidup yang telah disesuaikan dengan pendapatan yang lebih besar.

Warisan adalah salah satu contoh harta yang tak terduga. Namun, mendapatkannya bukan berarti Anda bisa berfoya-foya. Agar harta peninggalan tersebut bertahan lama, tak ada salahnya mengalokasikan dananya untuk investasi.

Hans, 30, baru mendapatkan harta warisan dari orang tuanya 3 tahun lalu. Ia mengaku tidak langsung menghabiskan warisan orang tuanya untuk dibelanjakan hal-hal yang konsumtif. "Saat dapat warisan 2011 lalu saya langsung belikan rumah. Selain untuk investasi, bisa juga untuk tempat tinggal," jelasnya kepada LiveOlive.

Lebih lanjut ia menjelaskan, 75% dari total warisan tersebut ia habiskan untuk membeli rumah secara tunai di daerah Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang. "Saya memilih investasi rumah karena harganya pasti naik dan suatu saat bisa ditinggali atau dikontrakkan," imbuhnya.

Sementara sisanya, kata Hans, disimpan dalam bentuk tabungan sebagai persediaan uang tunai. "Ini juga untuk jaga-jaga bila saya ingin membuka usaha nantinya. Tapi hingga saat ini belum kepikiran. Yang penting uangnya berputar," ungkapnya. Ia mengaku, hingga saat ini masih mengalokasikan uang warisan untuk investasi karena kebutuhan sehari-harinya masih bisa dipenuhi dari gaji bulanannya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Laela, 30. Tahun 2011 lalu ia mendapatkan warisan yang cukup besar dari ayahnya yang telah meninggal dunia, berupa rumah dan sejumlah uang. Tak mau menghabiskan uang warisannya, Laela langsung menggunakan sebagian uang untuk merenovasi rumahnya sehingga bisa disewakan sebagai kos-kosan dan menggunakan sisanya untuk berinvestasi di beragam instrumen.

"Pertimbangannya, harta warisan bukan jerih payah saya, jadi sebisa mungkin nggak saya pergunakan," ungkap ibu satu anak itu. Ia berprinsip, uang warisan hanya untuk dana darurat yang benar-benar mendesak. "Selebihnya ya saya gunakan untuk investasi," tukasnya.

Ia menjelaskan bahwa uang warisannya saat ini dialokasikan untuk investasi di emas dan Obligasi Ritel Indonesia (ORI). "Kalau dihitung 70% saya alokasikan untuk rumah dan bangunan, 10% untuk logam mulia dan 20% untuk ORI dan mobil," ujar Laela, yang mengaku mendapatkan ilmu berinvestasi dari buku pengelolaan keuangan

Ke depannya, Laela berkata kalau ia hanya akan menggunakan harta warisan sebagai penambah kebutuhan sehari-hari untuk, yaitu diambil dari  untung hasil investasi. "Saat ini saya juga bekerja dan menjadikan pekerjaan saya sebagai penghasilan utama untuk kebutuhan keluarga saya," jelasnya.

Mengelola harta atau "uang kaget" yang didapat dari warisan memang terlihat mudah, namun memerlukan pemikiran dewasa dan perencanaan matang. Jika hal ini terjadi pada Anda, hal pertama yang harus dilakukan adalah melunasi utang-utang yang masih "melubangi" pendapatan Anda. Gunakan semuanya untuk ini, kemudian baru pikirkan investasi, modal usaha, belanja, dan lain sebagainya. 

Baca juga: Menilik Konflik Seputar Warisan

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×