Bagaimana Cara Saya Lepas dari Jerat Utang


Dua tahun yang lalu, Ari mengalami masa sulit dimana ia berusaha mati-matian untuk bebas dari utang.

Semuanya bermula dari kemudahan fasilitas kartu kredit dan kurangnya kesadaran diri sendiri. Ari menggunakan kartunya tanpa berpikir panjang. "Saya mencicil beberapa barang seperti televisi, ponsel dan laptop. Selain itu, saya juga menggunakan kartu kredit untuk berbelanja. Tanpa sadar tagihan sudah menggunung," kata Ari kepada LiveOlive.

Kebiasaan tersebut seakan tak bisa terbendung lagi setelah pihak bank dengan mudahnya menaikkan limit kartu kreditnya. "Itu seakan saya punya banyak uang tapi tidak nyata," ujar perempuan berusia 28 tahun ini. Dengan limit yang hampir tiga kali lipat dari gajinya, Ari merasa sangat terbebani dengan utangnya. 

Ari merasa, ia dirugikan oleh pihak bank yang membebankan bunga ke tagihan kartu kreditnya. "Setelah saya hitung, ternyata bunga dari kartu kredit tidak sekecil yang mereka katakan. Hitungannya ternyata rumit sekali. Dari situlah saya merasa tertipu dan ingin bebas dari tagihan itu," ujarnya.

Berikut sedikit tips darinya:

Lunasi Perlahan-lahan dengan Tabungan

Hal pertama yang dilakukan Ari adalah menahan diri untuk tidak berbelanja dengan kartu kredit.

"Awalnya saya memutuskan untuk melunasi dulu tagihan saya yang sudah ada. Karena beberapa adalah berupa cicilan nol persen saya tidak keberatan," ujarnya. Untunglah, lanjut Ari, ia mempunyai tabungan yang bisa ia gunakan untuk melunasi tagihan yang jumlahnya mencapai puluhan juta itu. "Memang harus ada pengorbanan. Tabungan saya adalah pengorbanan saya untuk langkah awal terbebas dari utang," ujarnya.

Secara bertahap, ia pun mulai meninggalkan kartu kreditnya di rumah. Alih-alih menggunakan kartu kredit, ia menggunakan kartu debitnya. "Paling tidak kalau kartu debit saya bisa tahu batasan kemampuan berbelanja saya. Jadi lebih mudah (untuk mengontrol diri)," imbuhnya.

Catat Semua Pengeluaran

Selanjutnya, setelah tagihan semakin menipis, Ari mulai belajar untuk menuliskan semua pengeluaran yang ia lakukan melalui transaksi kartu kredit di buku hariannya. "Ini membantu saya untuk track apa yang telah saya beli dan berapa yang telah saya habiskan," jelasnya.

Namun, ia mengaku tidak akan melepaskan kartu kreditnya. Pasalnya, ia menganggap transaksi kartu kredit masih diperlukan untuk beberapa transaksi penting, seperti memesan tiket pesawat. "Asal kita tau bagaimana mengelola kartu kredit nantinya bakalan mudah," ujarnya.

Triknya, menurut Ari, ialah langsung membayar lunas saat tagihan datang. "Jadi nggak ada lagi cicilan dengan bunga besar," katanya.

Lain Ari lain juga trik Lana, 29. Lana mengaku telah meminjam uang dari fasilitas Kredit Tanpa Agunan (KTA) sebanyak Rp 30 juta untuk membeli tanah di salah satu bilangan Bandung. Sadar dengan bunga yang besar, yaitu mencapai 21%, Lana mengaku ingin segera melunasinya. 

Lunasi dengan Uang Bonus

"Memang KTA sangat mudah syaratnya, makanya waktu itu saya tergoda untuk mengambil pinjaman KTA. Tapi setelah saya hitung-hitung lagi ternyata bunganya bisa mencapai 21% per tahun" jelas Lana.

Salah satu trik Lana untuk melunasi utangnya adalah dengan membayar lunas utang yang tersisa. "Saya membayar sisa utang saya dengan THR. Karena menurut saya sekali sisa utang itu lunas, hilang sudah beban saya," jelasnya.

Nah, meski orang bilang bahwa pengalaman itu mahal harganya, ada baiknya kita belajar dari kesalahan orang lain supaya tidak perlu membayar konsekuensi yang sama dengan uang hasil keringat kerja sendiri.  

Baca juga: Lima Kesalahan Seputar Uang yang Harus Dihindari

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×