Rahasia Tua Kaya Raya untuk Umur 20an


Ini bukan salah tulis. Kami memang meletakkan kata "20an" dan "tua" dalam satu kalimat.

Kenapa? Karena umur 20an adalah saat terbaik untuk mulai merencanakan pensiun –untuk memikirkan tentang cara membiayai hidup saat Anda tak lagi perlu bekerja, tapi harus bergantung pada penghasilan pasif atau tabungan.

Sayangnya, banyak orang Asia yang menunda rencana pensiun hingga akhirnya terlambat. Sebuah  studi yang diadakan perusahaan riset global Nielsen menunjukkan bahwa hanya sekitar 39% orang Asia yang menabung untuk pensiun.

Ini berarti harus tetap bekerja –setidaknya paruh waktu– setelah pensiun atau harus mengandalkan anak-cucu untuk dukungan ekonomi. Bukan "senang-senang di hari tua" seperti yang kita harapkan, kan?

Jadi, apa sih rahasia untuk mewujudkan hidup idaman seusai masa kerja?

Rahasia #1: Hentikan pikiran bahwa Anda masih punya banyak waktu 

Orang sering berpikir kalau "55 itu masih 20 tahun lagi. Akan ada banyak waktu untuk mulai menabung buat dana pensiun", padahal waktu cepat sekali berlalu.

Memulai lebih awal berarti Anda perlu menyisihkan jumlah yang lebih sedikit. Kekuatan menimbun artinya semakin banyak waktu yang Anda miliki, semakin lama waktu untuk mengembangkan uang tersebut.

Bayangkan seperti bola salju yang menggelinding dari bukit. Semakin jauh jarak tempuhnya, semakin banyak salju yang menggumpal dan bola salju tersebut akan jadi semakin besar. Lihat skenario berikut ini:

Target:                       Rp 3 miliar saat berusia 55 tahun

Suku bunga:              5%

Tergantung dari seberapa awal –atau seberapa terlambatnya– seseorang mulai menabung, di bawah ini perkiraan jumlah yang dibutuhkan per bulan untuk mencapai tujuan tersebut:

Mulai di usia 25:            Rp   3.750.000

Mulai di usia 35:            Rp   7.300.000

Mulai di usia 45:            Rp 19.000.000

Bedanya cukup besar, kan?

Menabung Rp 3,7 juta mungkin cukup besar saat seseorang berumur 25. Oleh karena itu, mulai saja dengan jumlah yang lebih kecil, tapi pastikan Anda menaikkan jumlahnya begitu Anda mampu melakukannya. Coba sisihkan setidaknya 10%-15% gaji Anda tiap bulan untuk dana pensiun ini.

Rahasia #2: Jadikan prioritas

Evy, ibu dari seorang bayi lucu, mengungkapkan kalau ia menaruh seluruh uang lebihnya ke dalam tabungan pendidikan anaknya. Ia ingin memastikan agar anaknya memperoleh sekolah yang terbaik; dari TK, SD, SMP/SMA, hingga universitas. 

Tujuannya memang mulia, tapi ini masalahnya: dengan tidak menyisihkan uang untuk dana pensiun, maka anaknya kini menanggung beban "utang" yang mungkin ia mampu atau tidak mampu bayar. Ia harus menanggung orang tuanya kelak ketika ia sendiri harus menanggung ekonomi keluarganya.

Jadi, sebenarnya menyisihkan uang untuk pensiun itu tidak egois. Bahkan, ini akan memastikan bahwa Anda tidak akan menjadi beban bagi anak Anda kelak. Merencanakan pensiun sama pentingnya dengan merencanakan pendidikan anak.

Rahasia #3: Jangan remehkan jumlah yang Anda butuhkan setelah pensiun

Gampang sih buat beranggapan bahwa pengeluaran Anda setelah pensiun akan lebih sedikit karena tidak akan ada lagi cicilan rumah, anak-anak sekolah, serta keperluan untuk membeli ini-itu.

Meski ini sebagian benar, tapi biaya-biaya ini akan digantikan keperluan lain –biaya pengobatan yang tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan, keinginan untuk memanjakan cucu, dan sebagainya. Dengan kemajuan pesat di bidang medis, Anda mungkin masih sangat fit dan ingin berpergian dan berbelanja.

Perkirakan segala pengeluaran Anda dan perhitungkan faktor inflasi, sehingga Anda bisa memiliki arus kas yang cukup untuk  menikmati masa pensiun.

Rahasia #4: Kalahkan inflasi

Lupakan tabungan. Incar instrumen investasi yang memiliki imbal hasil lebih tinggi, seperti deposito, saham –baik melalui bursa saham atau reksa dana, obligasi ataupun properti.

Selain bisa dipastikan uang Anda berkembang dengan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dari pertumbuhan inflasi, tipe investasi semacam ini akan membiayai masa pensiun Anda melalui penghasilan pasif dan penjualan barang modal –jika Anda menjual aset dengan harga lebih tinggi dibandingkan saat Anda membelinya.

Rahasia #5: Jangan sentuh uang itu!

Yang terakhir dan tak kalah pentingnya, pastikan uang ini tidak akan Anda gunakan untuk membiayai hal-hal lain, misalnya untuk liburan, memulai bisnis atau membiayai pernikahan. Nah, apakah Anda punya rahasia lain?

Bacaan lain: Kiat Rencanakan Hidup Selepas Masa Kerja: Mencapai Rp 3 Miliar

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×