Iblis Putih (White Devil)


Seorang jurnalis berpengalaman yang memburu cerita beresiko tinggi untuk mengimbangi buku cek yang menyeramkan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang Indonesia sangat menyukai nasi. Ada segunung bukti jika Anda menengok ke dalam warteg. Tidak bisa diperkirakan seberapa banyak orang Indonesia mengkomsumsi nasi dalam sehari. Mengacu pada angka yang dikeluarkan pemerintah, orang Indonesia mengkonsumsi beras rata-rata sebanyak 170 kg per tahun, yang mana membuat orang Indonesia sebagai pengkonsumsi beras terbesar di dunia!

Penyebab beras sangat enak adalah variasi olahan masakan yang telah diciptakan oleh orang Indonesia. Nasi uduk, nasi rames, nasi kuning, dan tentu saja nasi goreng yang terdapat di mana-mana. Apalagi ada nasi goreng gila, padang, sosis, kepiting, ayam, sapi, kambing… dan daging-daging lain yang membuat nasi lebih enak lagi.

Dan kita belum menyentuh hidangan utamanya

Nasi adalah makanan pilihan utama di Indonesia, walaupun mendapat tantangan dari bakmi, melihat dari keberadaannya di setiap lemari di rumah dan di laci kantor. Berbicara tentang makanan instan.

Pertanyaannya: apakah nasi adalah komoditas makanan yang termurah? Berapa banyak biaya yang harus kita keluarkan untuk itu? Bukan hanya dilihat dari segi keuangan namun juga dari segi kesehatan?

Rata-rata harga sepiring nasi goreng berkisar dari Rp5.000 (harga di pinggir jalan) sampai Rp75.000 (harga di hotel). Ya, itulah harganya! Berapa banyak nasi yang ada di piring?

Berikut perhitungannya:

1 cangkir nasi goreng mengandung:

Kalori                       130

Karbohidrat             28.0g

Harga                       Rp5.000 (setidaknya)

Kalikan itu dengan 3 kali sehari dan kalikan lagi dengan 5 hari.

Jika Anda mengurangi jatah konsumsi beras, berapa banyak uang yang akan Anda hemat? Fakta ilmiah mengenai diet juga mengatakan bahwa semakin sedikit Anda memakan nasi, semakin baik untuk kesehatan Anda. Untuk beberapa orang hal ini mengurangi resiko penyakit diabetes yang disebabkan oleh kandungan glukosa dalam nasi, umumnya nasi putih. Kenapa diabetes? Karena negara Indonesia berada di urutan ke 4 dalam penyumbang penderita diabetes terbanyak di dunia.

Tak usah dihitung lagi berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk mengontrol kandungan glukosa Anda selama sisa hidup Anda.

Bayangkan jikalau semua orang Indonesia mengurangi konsumsi beras sebanyak 140 kg per tahun. Pemerintah akan mengatakan mereka tidak perlu mengimpor beras lagi! (Indonesia mengimpor beras dari Thailand.) Penghematan akan berlaku bukan cuma untuk kita saja, tetapi juga untuk negara.

Jadi mengurangi konsumsi beras separuh dari biasanya tidak hanya menjadi sebagai penyelamat untuk anggaran belanja Anda. Tetapi juga sebagai penyelamat hidup.

Jika lain kali Anda merasa tergoda untuk memuaskan keinginan makan Anda, cobalah makan tahu!

Penelitian menunjukkan bahwa memakan tahu secara teratur menghasilkan jumlah yang seimbang untuk energi, protein, total lemak, karbohidrat, alkohol, dan serat. Meskipun demikian, keuntungan kesehatan yang utama dari tahu akan terlihat jelas di rendahnya kadar kolesterol, trigiserit, dan rendahnya tingkat kekentalan lipoprotein (kolesterol jahat) yang Anda punya jika Anda makan tahu secara rutin.

Benarlah apa yang dikatakan oleh orang tua kita: “Perhatikan apa yang kamu makan”

Karena: “Kamu adalah apa yang kamu makan.”

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×