Bedah Anggaran: 3 Karyawan Kantor


Tiga wanita lulusan universitas luar negeri yang meniti karir di pertengahan usia 20an berani berbagi tentang anggaran mereka kepada LiveOlive. Simak berapa banyak yang mereka hasilkan, belanjakan atau simpan, serta bagaimana rencana mereka untuk mencapai tujuan masing-masing.

Ida, 26

Ida adalah lulusan MBA salah satu universitas di UK yang kini bekerja di salah satu perusahaan migas asing. Penghasilannya diatas Rp 10 juta per bulan, dengan jumlah 16 kali gaji per tahun. Dengan pendapatan tersebut, ia menyisihkan 25% penghasilan bulanan untuk investasi berupa reksa dana. Kemudian, sisanya dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan target tahunannya. “Kebetulan aku ikut kursus financial planner agar lebih bisa mengatur keuanganku,” katanya.

Selain kebutuhan sehari-hari, Ida juga memikirkan untuk pengeluaran tahunan seperti liburan ke luar negeri, biaya servis mobil, mudik dan lain sebagainya. Kini, ia sudah mempunyai investasi berupa deposito dan logam mulia. “(Bentuk investasi tersebut) rencananya untuk dana pensiun dan DP apartemen,” jelas Ida.

Target: Membeli apartemen. Saat ini nilai investasi reksa dana yang dimilikinya baru memenuhi 70% dari uang muka apartemen tersebut.

Komentar LiveOlive*:

Ida punya kebiasaan baik menabung/ berinvestasi sebanyak 25% dari penghasilannya tiap bulan. Strateginya menggunakan investasi untuk menabung uang muka apartemen juga cerdas. Ia hanya perlu memastikan bahwa ia memiliki dana darurat sebesar 6 bulan biaya hidup. Mengingat ia menghabiskan Rp 7,5 juta per bulan, ia membutuhkan sekitar Rp 45 juta untuk disimpan sebagian di tabungan dan sisanya dalam deposito berjangka waktu satu atau tiga bulan. Sebagai seseorang yang berusia di bawah 30, ini saat yang tepat untuk mempertimbangkan asuransi penyakit kritis, karena preminya akan lebih ringan.  

Nala, 26

Nala saat ini bekerja sebagai dosen di salah satu universitas swasta di Indonesia. Sebelumnya, ia telah mengenyam pendidikan di University of Bradford di Inggris. Sebagai dosen, ia mengaku mempunyai penghasilan sekitar Rp 6 juta per bulan. “Terkadang ada pemasukan lain sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta tetapi bersifat tidak tetap,” kata Nala.

Dari penghasilan pokoknya, Nala mengaku menyisihkan sekitar 35% untuk menabung. “Sementara untuk pengeluaran itu adalah sisa dari yang saya alokasikan untuk ditabung,” ujar Nala. Untuk lebih disiplin dalam memisahkan tabungan dan pengeluaran sehari-harinya, Nala mengatakan ia langsung mengalokasikan uangnya segera setelah mendapatkan gaji ke pos masing-masing. “Misalnya biaya untuk belanja dan hang out disimpan di rekening yang berbeda dengan (rekening untuk) biaya kehidupan sehari-hari seperti makan dan transport dan juga menabung,” jelasnya.

Hingga saat ini, Nala mengaku belum mempunyai investasi yang spesifik selain tabungannya. “Saya ingin berinvestasi. Kalau ada rejeki, (ingin) berinvestasi dalam bentuk rumah,” ungkapnya.

Target: Ingin menabung untuk biaya pernikahan. Saat ini sudah ia sudah mengumpulkan 50% dari total perkiraan biaya.

Komentar LiveOlive*:

Nala memperoleh bintang emas dalam hal mendahulukan tabungan dari belanja. Ia juga memisahkan rekening untuk pengeluaran sehari-hari dari tabungan. Nala hanya perlu memastikan bahwa ia menaruh uangnya dalam deposito sehingga bisa memperoleh bunga yang lebih tinggi. Tidak pelru menunggu sampai mampu membeli rumah untuk mulai berinvestasi. Nala bisa mulai dari jumlah yang kecil – bahkan Rp 500.000 per bulan – dengan reksa dana dan produk unit link.

Berhubung Nala punya penghasilan tambahan yang tidak tetap, ia bisa menaruh 50% dari penghasilan ekstra itu untuk investasi atau menambah tabungan untuk mempercepat pencapaian targetnya (untuk membiayai pernikahan). Sisanya bisa digunakan untuk bersenang-senang –ia masih muda dan sudah sewajarnya menikmati hidup! 

Luki, 25

Luki, seorang lulusan dari Universitas Illinois Urbana Champaign di Amerika Serikat kini bekerja sebagai analis di salah satu perusahaan konsultan internasional yang beroperasi di Indonesia. Selama bekerja di perusahaan asing tersebut, Luki mempunyai penghasilan Rp 25 juta per bulan. Meski menabung, ia mengaku tidak mempunyai alokasi pasti setiap bulan. Namun, portofolio investasinya mencakup deposito sebesar Rpp 50 juta, sejumlah unit link dan sukuk sebesar Rp 100 juta yang jatuh tempo tahun 2018.

“Kalau untuk pengeluaran, 50% dari total penghasilan digunakan untuk membayar cicilan apartemen orang tua,” ujar Luki. Selain itu, ia juga mempunyai rusunami untuk dirinya sendiri yang masih dalam tahap cicilan. “Setiap bulan pokoknya saya sisihkan 10% untuk persembahan (gereja) dan cicilan apartemen. Sisanya go with the flow.”

Meski sudah mempunyai beberapa investasi, Luki mengaku masih ingin mempunyai investasi lain seperti logam mulia dan properti lain. “Tapi masih belum ada dana (cair) dan waktu untuk mengurus, jadi belum direalisasikan,” ujarnya.

Target: Setelah cicilan apartemen selesai, ia ingin membeli rumah. Hingga saat ini, belum mulai menabung untuk cicilan rumah tersebut.

Komentar LiveOlive*:

Asuransi jiwa penting untuk dimiliki Luki yang sepertinya ikut menopang ekonomi orang tuanya. Uang pertanggungan yang diambil sebaiknya mempertimbangkan usia kedua orang tua dan berapa banyak bantuan ekonomi yang ia sediakan untuk mereka.

Berdasarkan penghasilan dan gaya hidup yang diinginkan, Luki bisa mempertimbangkan alokasi anggaran sebagai berikut:

  • 40% untuk pengeluaran dasar (makanan, transportasi, listrik, dan lain-lain)
  • 10% untuk persembahan
  • 30% untuk menabung dan investasi (termasuk pembayaran cicilan)
  • 20% untuk bersenang-senang (belanja, tamasya, dan sebagainya)
     

Porsi cicilan KPR untuk apartemen miliknya dan orang tuanya mengambil porsi cukup besar, yakni sebanyak 50% dari penghasilan. Ia perlu menguranginya menjadi 30%-35%. Luki nampaknya sangat menyukai investasi properti –bahkan ingin membeli rumah lagi, karena itu ada baiknya berpikir untuk melakukan diversifikasi ke jenis investasi lain. Namun, Luki perlu memastikan bahwa ia sudah punya dana darurat sebelum berinvestasi lebih banyak lagi.


*Note: Komentar LiveOlive berdasarkan informasi yang didapatkan dari wawancara. Hasil portfolio bisa bervariasi tergantung kinerja produk investasi. Nama, gambar dan detail lainnya telah diganti untuk melindungi privasi individu.

Baca juga: 5 Strategi Keuangan yang Harus Anda Kuasai Sebelum 30

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×