Bedah Anggaran: 3 Orang Tua Tunggal


Nanda, 32 tahun

Setelah dua tahun tidak bekerja, Nanda memulai kembali kariernya sebagai seorang Account Executive (AE). Ia menghasilkan Rp 6 juta per bulan dari pekerjaan full time, ditambah Rp 2 juta-Rp 3 juta tambahan dari toko online yang dimilikinya sebagai sampingan. 

Untuk kedua anaknya, mantan suami Nanda memberi masing-masing Rp 7 juta per bulan, dan Nanda memakai Rp 2 juta untuk biaya sekolah keduanya, serta Rp 3 juta untuk uang saku dan keperluan lainnya. 

Nanda sendiri memerlukan Rp 3 juta-Rp 4 juta untuk keperluan pribadi serta keperluan rumah tangga yang termasuk tagihan kartu kredit. Hingga saat ini, ia belum memiliki asuransi kesehatan atau investasi apa pun.

Target: Nanda ingin mengambil S2. Ia menimbang apakah lebih baik bekerja paruh waktu atau belajar full time.

Komentar LiveOlive*:

Nanda nampaknya memiliki uang tunai yang bisa digunakan sebesar sekitar Rp 4,5 juta dari penghasilannya. Hal pertama yang harus ia lakukan adalah memiliki  dana darurat sebesar Rp 24 juta –ini akan menjadi "jaring pengaman" seandainya ada pengeluaran mendadak.

Memiliki asuransi kesehatan juga merupakan prioritas bagi wanita karier ini. Ia bisa mengecek apa yang disediakan oleh perusahaannya dan menambahkan asuransi yang belum cukup. Ia perlu mempunyai asuransi penyakit kritis sekarang, karena semakin muda usia seseorang, semakin rendah pula premi yang harus dibayar.  

Ia bisa menginvestasikan sebagian dari uang tunjangan dari suaminya untuk membiayai anak-anaknya, misalnya memulai dana pendidikan universitas anak. Ada baiknya memiliki dana terpisah untuk masing-masing anak, demi kejelasan dan kemudahan memonitor investasi tersebut. 

Keinginan Nanda untuk melanjutkan studi patut diacungi jempol. Meski nampak sulit awalnya, tapi lebih baik baginya untuk mengambil kuliah part time, misalnya mengambil 1-2 subyek per semester. Berhenti dari kerja beberapa saat setelah baru kembali bekerja lagi tidak disarankan karena ia mungkin akan melewatkan kesempatan yang bisa diperoleh dari pekerjaannya saat ini. Ia bisa mempertimbangkan untuk meminta bantuan orang tuanya untuk mengurus anak-anak saat ia sekolah. 

Miranda, 36 tahun

Ibu dari satu putri ini memiliki bisnis cupcake sendiri. Dalam sebulan, ia bisa memperoleh hingga Rp 10 juta, tergantung pesanan. Ia juga bertugas sebagai bagian administrasi di sebuah sekolah dan memperoleh gaji sebesar Rp 5,5 juta per bulan.

Premi asuransi Miranda sekarang sebesar Rp 1,2 juta per bulan dan ia menabung Rp 2 juta per bulan atau bahkan lebih jika pesanan cupcake sedang ramai. Ia memiliki deposito dan tidak pernah menarik bunganya untuk dana darurat. Pengeluaran bulanan ibu tunggal ini sebesar Rp 2 juta untuk belanja sehari-hari, Rp 100.000 untuk tagihan telepon, Rp 700.000 untuk listrik, dan Rp 500.000 untuk kebutuhan lainnya. Sekitar Rp 500.000 digunakan setiap bulannya untuk menabung dana pendidikan anak melalui asuransi pendidikan.

Ia menabung sekitar 20% dari penghasilan totalnya. 

Target: Ia ingin mengembangkan bisnisnya menjadi proyek yang serius, dimana ia bisa berfokus pada hal tersebut setiap harinya. Singkat kata, ia berencana untuk mengikuti kursus memasak dan membuat kue, sehingga ia bisa menjual lebih banyak menu. Biaya untuk menamatkan seluruh kursus membuat kue beserta dekorasinya sekitar Rp 10 juta.

Komentar LiveOlive*:

Tantangan yang dimiliki Miranda adalah sebagian jumlah penghasilannya yang tidak menentu dari usaha cupcake –terkadang tinggi atau lebih rendah yang diharapkan. Oleh sebab itu, sebaiknya ia memilki dana darurat yang lebih banyak, yakni sekitar 8 hingga 12 bulan biaya hidup. Ia juga bisa menekan biaya hidup sehari-hari lebih rendah dari penghasilan tetap yang ia dapatkan sebagai seorang staf administrasi sekolah. 

Sementara ia siap membayar premi asuransi, ia perlu memastikan bahwa ia mengambil asuransi penyakit kritis untuk dirinya sendiri. Tergantung dari jumlah uang tunjangan yang diberikan oleh mantan suaminya, Miranda perlu memikirkan rencana pembiayaan sekolah untuk anaknya.

Kemudian, untuk modal perluasan usaha, Miranda bisa mulai menyisihkan sebagian uang dari keuntungan usahanya untuk membiayai kursus membuat kue. Ia juga perlu jelas mengenai mengapa ia membutuhkan biaya Rp 10 juta tersebut –apakah ini untuk membeli peralatan baru? mempekerjakan karyawan baru untuk meningkatkan produksi? Jika demikian, ia perlu menghitung berapa jumlah keuntungan dari modal Rp 10 juta yang ia keluarkan. Sebuah business plan akan membantu Miranda dalam hal ini –juga untuk menentukan apakah penghasilan yang didapat cukup sebagai alasan berhenti kerja dan membesarkan bisnis tersebut. 

*Note: Komentar LiveOlive berdasarkan informasi yang didapatkan dari wawancara. Hasil portfolio bisa bervariasi tergantung kinerja produk investasi. Nama, gambar dan detail lainnya telah diganti untuk melindungi privasi individu. 

Baca juga: Bedah Anggaran 3 Ibu Rumah Tangga

  2 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×