5 Pertanyaan untuk Agen Real Estate Saat Membeli Apartemen


Memiliki apartemen bisa jadi solusi rasional untuk menghindari kemacetan lalu lintas dan mempersingkat jarak tempuh dari rumah ke kantor, terutama bagi mereka yang bekerja di kota-kota besar seperti Jakarta.

Saat memutuskan untuk membeli, ada baiknya kita mengabaikan iklan dan promosi apartemen yang tersebar dan fokus untuk menanyakan beberapa hal penting kepada agen properti yang menjadi perantara antara kita sebagai pembeli dan developer atau perusahaan real estate yang membangun properti tersebut. Sekilas pertanyaan-pertanyaan ini nampak sepele, sehingga sering terlewatkan oleh pembeli.

1. Apa saja fasilitas di sekitar apartemen?

Tidak semua orang membeli apartemen untuk dihuni. Bagi yang ingin berinvestasi, akan lebih baik jika bertanya mengenai fasilitas yang berada di sekitar apartemen, misalnya sekolah, pusat perbelanjaan semacam malgym, rumah sakit, akses ke jalan utama, serta jarak menuju transportasi umum.

“Daerah komersial dan perkantoran tentunya sangat potensial (untuk investasi),” ujar Haryanto, pemilik salah satu agen properti di Jakarta Barat.

2. Bagaimana pangsa pasar apartemen?

Menurut Haryanto, mengetahui pangsa pasar apartemen juga bisa menjadi pertimbangan untuk investasi properti apartemen. Sebagai contoh, daerah perkantoran dan komersial akan lebih menjanjikan bila disewakan, karena ada kemungkinan ekspatriat dan eksekutif akan menyewa unit tersebut. Ini juga akan membantu memperkirakan profil penyewa atau tetangga yang akan Anda temui.

“Sementara untuk lingkungan yang dekat pusat perbelanjaan akan menarik minat pembeli apartemen,” ujarnya.

3. Bagaimana desain dan kualitas material mebel?

apartemen full furnishedIni berlaku bagi apartemen lama maupun baru yang dijual dalam keadaan full furnished alias lengkap dengan perabot rumah. Mengetahui desain dan material mebel dalam apartemen bisa berpengaruh saat tawar-menawar harga.

“Jika material mebel kurang bagus atau desainnya kurang menarik, maka kita harus renovasi. Itu butuh biaya juga,” ujar Adit, 32, yang membeli apartemen dua tahun yang lalu.

Bagi pembeli apartemen baru yang membeli sebelum fisik bangunan tersebut dibangun, ada baiknya mengunjungi unit contoh untuk melihat spesifikasi produk dan merek yang digunakan. Tanyakan juga kemungkinan untuk memilih perabot sesuai pilihan Anda.

4. Apa saja yang perlu direnovasi?

Sebelum membeli apartemen lama yang pernah dihuni, ada baiknya jika Anda bertanya mengenai bagian-bagian ruangan yang rusak atau perlu diperbaiki. Ini termasuk memastikan apakah ada kebocoran pipa, keretakan di dinding, atau sejarah banjir.

“Kalau tidak ditanyakan, kita bisa lihat unitnya langsung dan mengamati sendiri apa saja yang rusak dan perlu diperbaiki,” ujar Adit.

Tidak cukup bertanya ke agen properti, Anda juga bisa bertanya ke penghuni di sekitar lokasi tentang masalah yang sering muncul terkait bangunan tersebut. Hal ini penting agar Anda bisa mengantisipasi masalah yang mungkin akan datang.

5. Siapa saja yang tinggal di sekitar unit?

Mengetahui profil penghuni di sekitar unit apartemen yang akan Anda temui sehari-hari termasuk penting untuk memastikan keamanan serta kenyamanan tempat tinggal.

“Misalnya jika banyak penghuni di apartemen itu adalah mahasiswa atau anak muda, pasti agak kurang nyaman bagi kita yang membutuhkan ketenangan,” jelas Adit yang memilih apartemen dekat lokasi perkantoran.

Tidak ada pertanyaan yang terlalu sederhana untuk diungkapkan. Saat merasa malu untuk bertanya, ingatkan diri sendiri bahwa Anda adalah seorang pembeli dan tentunya tidak ingin berakhir sesat di jalan.

Baca juga: 4 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Menyewakan Properti

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×