4 Peluang Usaha yang Menjanjikan di 2015


Indonesia mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir, didukung oleh populasi muda, perkembangan politik, dan potensi pasar kelas menengah yang jumlahnya diperkirakan Boston Consulting Group akan mencapai 141 juta orang pada 2017.

“Kami melihat bahwa akan semakin banyak startup yang akan dibangun tahun ini,” ujar Fame, 30, yang baru memulai startup-nya di bidang konsultan konten. 

Tahun 2015 bisa menjadi momentum bagi siapa pun yang ingin  memulai usaha, namun apa saja peluang bisnis yang menjanjikan tahun ini? 

1. Teknologi Informasi

Pengamat bisnis Raja Sapta Oktohari mengatakan bahwa pembentukan pasar tunggal Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang direncanakan dimulai akhir tahun ini membuka peluang yang lebar untuk memulai bisnis, salah satunya dalam bidang teknologi informasi yang bisa memanfaatkan pasar di Indonesia.

“Dengan 48,8% (dari total penduduk Indonesia) usia produktif yang familiar dengan produk-produk IT, Indonesia menjadi pasar yang besar untuk startup,” ujar mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini.

Menurut Gwendolyn Regina Tan, Head of Community Growth Tech in Asia, startup berbasis konsumsi akan makin banyak dilirik seiring dengan ledakan populasi kelas menengah –mereka dengan kemampuan belanja Rp 2 juta hingga Rp 10 juta setiap bulan. 

“Selain itu infrastruktur yang mendukung bisnis ini juga marak, seperti proses pembayaran dan logistik,” ujarnya.

Menurut Willian Tanuwijaya, co-founder dan CEO Tokopedia, bisnis online akan terus berkembang karena medium ini menghilangkan batasan ruang dan waktu.

"Lihat betapa teknologi handphone sekarang sudah menjadi seperti kebutuhan pokok. Begitu juga internet, hanya menunggu waktu akan seperti listrik; tidak bisa kita lihat, namun sangat membantu hidup kita sehari-hari," katanya kepada LiveOlive. 

2. Tempat Pelatihan

Masih terkait dengan rencana MEA, Raja mengatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk mendirikan balai pelatihan kerja. 

"Dengan adanya MEA, maka persebaran tenaga kerja di kawasan Asean akan semakin besar," jelasnya. 

Untuk itu, menurut Raja, akan banyak masyarakat Indonesia yang ingin bekerja ke luar negeri dan ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan pelatihan keterampilan.

“Bisa saja merekrut TKI yang sudah pulang ke Indonesia untuk menjadi tenaga pengajar atau ditanya apa saja kebutuhan untuk TKI di luar negeri,” jelasnya.

Bisnis lain yang layak diincar adalah lembaga kursus bahasa, baik kursus Bahasa Indonesia untuk pekerja asing di Indonesia, atau kursus bahasa asing, terutama bahasa Inggris dan Mandarin yang akan semakin digunakan untuk komunikasi bisnis. 

[Baca: 3 Kesalahan Keuangan yang Dilakukan Wirausahawan]

3. Desain Interior

Menurut data beberapa konsultan  properti, Indonesia menjadi tujuan yang diincar untuk kawasan industri dan perumahan di kawasan Asia. Tak hanya perusahaan besar, kehadiran berbagai perusahaan kecil pun seakan disambut dengan makin banyaknya perusahaan  venture capital, inkubator dan co-working space yang bermunculan terutama di Jakarta. 

Bagi mereka yang tinggal di kota besar nan macet seperti Jakarta, masalah transportasi akan sedikit teratasi dengan memilih tempat tinggal dekat dengan kantor atau  bekerja secara telecommute di rumah. Keadaan ini menjanjikan potensi untuk desain ruang perkantoran, rumah minimalis, apartemen atau pun small office/home office (SOHO).

Terlepas dari kebutuhan individu, para pekerja kreatif di bidang ini pun tak perlu kuatir kekurangan klien karena Indonesia akan makin terbuka sebagai destinasi belanja, tempat penyelenggaraan konferensi dan pertemuan bisnis internasional.  

4. Katering dan makanan sehat

Dalam beberapa tahun terakhir, secara diam-diam bisnis katering juga menjanjikan pundi-pundi rupiah yang menggiurkan. Menurut Raja, saat ini banyak bisnis katering yang menjamur di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Jika melihat pasar dengan jeli, bisnis yang sekilas nampak sederhana ini bisa menghasilkan omzet yang cukup besar.

[Baca: Ngobrol Tentang Uang dengan Farah Quinn]

“Misalnya saja sekarang sedang  trend diet tapi banyak yang tidak sempat memasak menu diet. Pakai saja peluang itu,” ujarnya.

Gusti, 28, yang baru saja memulai bisnis  katering sehat Happypapafood hanya dengan modal Rp 1 juta, mengaku yakin dengan bisnis barunya itu. 

“Sekarang kan diet lagi tren, dan kebetulan papaku chef, jadi ambil saja peluangnya,” katanya. Bisnis yang baru berjalan dua minggu itu kini sudah mempunyai 5-7 pelanggan per minggu untuk pesan paket "diet mayo" dan makanan rendah kalori. Sebagai catatan, harga untuk katering sehat bisa berkisar antara Rp 60.000 hingga Rp 200.000 per paket. 

[Read: Cynthia Tenggara: Pengusaha Katering yang Tidak Suka Memasak]

Gusti mengaku selama ini menggunakan metode promosi melalui media sosial, seperti Instagram, serta mengandalkan  word of mouth. 

Dengan semakin tingginya pendapatan masyarakat kelas menengah dan kesadaran untuk menjalani hidup lebih sehat, orang pun makin rela mengeluarkan uang untuk membeli makanan sehat. 

Baca juga: Apakah Anda Siap Memulai Bisnis Sendiri?  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×