Fakta Seputar Low Cost Green Car yang Perlu Diketahui Wanita


Low-cost green cars (LCGC) identik dengan kata “mungil” dan “murah”. Tak heran kalau mobil ramah lingkungan yang ditawarkan dengan harga terjangkau ini banyak diincar oleh pengguna pertama roda empat.

Dua kata sifat tadi juga bisa jadi daya tarik tersendiri bagi pengemudi wanita. Nah, jika Anda sedang berpikir untuk membeli mobil dalam waktu dekat, pertimbangkan beberapa faktor seperti harga beli, biaya bahan bakar dan perawatan.

Untuk lebih mengenal LCGC, LiveOlive akan membeberkan pro dan kontra yang bisa membantu Anda dalam mengambil keputusan. 

Get your moneys worth!

1. Harga beli dan pajak kendaraan lebih murah

LCGC bisa dijual dengan harga lebih rendah dari mobil biasa karena dicabutnya pajak penjualan barang mewah dengan syarat penggunaan kandungan lokal minimum 80% dan konsumsi bahan bakar 20 km/liter. Dengan perbedaan harga yang bisa mencapai Rp 50 juta – misalnya Daihatsu Ayla atau Suzuki Wagon R yang dibanderol seharga sekitar Rp 77 juta ketika diluncurkan – kita tentunya bisa lebih berhemat.

[Lihat video: Review Produk LiveOlive terhadap Honda Brio Satya]

“Harga LCGC lebih sesuai kantong, terutama untuk persiapan (menabung) dana sekolah anak,” ujar Deka, 34, seorang karyawan di sebuah perusahaan IT.

Tak hanya itu, pajak kendaraan yang harus dibayar setiap tahun juga otomatis akan menjadi lebih ringan.

Sebagai perbandingan, nilai pajak sebuah mobil Toyota Avanza seharga Rp 144 juta bisa mencapai sebesar Rp 2,3 juta per tahun, sementara nilai pajak LCGC Daihatsu Ayla seharga Rp 79 juta hanya sebesar Rp 1,4 juta.

Untuk mengetahui nilai pajak kendaraan Anda, kunjungi situs Samsat sesuai propinsi Anda.

2. Asuransi yang lebih terjangkau

Dengan nilai premi per tahun yang ditentukan dari harga jual mobil, tentu saja penggunaan mobil murah ramah lingkungan akan mengurangi beban premi asuransi yang harus kita keluarkan.

Dengan asumsi premi sebesar 1% dan nilai jual mobil yang sama dengan poin sebelumnya, maka untuk penggunaan Toyota Avanza dan Daihatsu Ayla, nilai premi untuk masing-masing kendaraan adalah sebesar Rp 1.440.000 dan Rp 790.000.

[Baca: Tips Jitu Membeli Mobil di Pameran]

3. Hemat bahan bakar

Salah satu syarat dipasarkannya LCGC adalah penggunaan bahan bakar dengan nilai oktan minimum RON92. Oleh karenanya, bahan bakar Premium tidak disarankan untuk mobil jenis ini. Jika begitu, apakah pengguna LCGC bisa tetap berhemat?

Coba bandingkan pengalaman saya yang mengendarai mobil Toyota Avanza, dengan pengalaman Deka yang mengendarai LCGC Datsun Go. Rata-rata konsumsi bahan bakar Premium untuk Toyota Avanza adalah 8 km/liter di dalam kota dan 12 km/liter di luar kota. Sementara itu, Datsun Go bisa menempuh kurang lebih 13 km/liter untuk penggunaan dalam kota dan 20 km/liter untuk perjalanan di luar kota.

Untuk perjalanan sejauh 50 kilometer, ilustrasinya kira-kira seperti ini:


Dalam kota Luar kota

Konsumsi bensin/ Total biaya Konsumsi bensin/ Total biaya
Toyota Avanza  
6,25 liter/ Rp 45.625  
4,17 liter/ Rp 30.417
Datsun Go 3,85 liter/ Rp 31.154 2,5 liter/ Rp 20.250

*asumsi harga: Premium Rp 7.300/liter, Pertamax Rp 8.100/liter

Di halaman berikutnya, Anda juga bisa mengetahui beberapa kekurangan LCGC.

Kekurangan LCGC

1. Ukuran dan tenaga yang kecil

Sebagai mobil ramah lingkungan, LCGC memiliki kapasitas mesin maksimal 1200 cc dan bobot yang lebih ringan dibandingkan mobil standar. Dalam hal ini, jarak tempuh dan kapasitas penumpang harus dikorbankan.

Penggunaan LCGC sebagai city car untuk menunjang aktivitas tidak akan terlalu terpengaruh, namun mobil jenis ini bisa jadi kurang nyaman untuk perjalanan jarak jauh berkecepatan tinggi. Bagi mereka yang mencari mobil keluarga yang mampu memuat banyak penumpang dan barang, LCGC nampaknya juga bukan pilihan terbaik.

[Baca: Mobil Hemat Biaya untuk Wanita Aktif]

Menurut Fitri, 31, seorang staf Marketing Communication sebuah bank BUMN, LCGC miliknya terasa ringan dan kurang bertenaga saat dikendarai dari Surabaya ke Trenggalek, Jawa Timur, bersama 4 orang anggota keluarganya pada musim lebaran tahun lalu.

2. Ground clearance lebih pendek

Pada kebanyakan LCGC, ground clearance – ukuran antara dasar ban mobil yang menyentuh tanah dan bagian badan mobil paling bawah – lebih pendek dari mobil standar. Artinya, mobil ini cukup beresiko jika dikendarai saat banjir atau melalui jalanan yang tidak mulus.

3. Fitur kenyamanan dan keselamatan berkurang

Anez Ibbaneza, seorang tenaga pemasaran dari Plaza Toyota Serpong menjelaskan bahwa dalam beberapa LCGC yang dibanderol dengan harga murah, fitur-fitur keamanan seperti dual airbags dan anti-lock braking system (ABS) dihilangkan.

Hal ini tentu saja akan menjadi nilai minus bagi para pengguna mobil yang memiliki aktivitas tinggi atau sering berpergian dengan anak kecil.

Coba ikuti kuis berikut: Apakah Anda Siap untuk Membeli Mobil?

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×