Cara Memulihkan Diri Setelah Cuti Panjang


Mengambil cuti panjang bisa dibilang sebuah kemewahan. Meski begitu, setelah pikiran dan tubuh terbiasa bersantai, kita perlu beberapa persiapan untuk kembali menjalankan rutinitas pekerjaan semula.

“Waktu itu aku perlu dua bulan buat adaptasi,” kata Ewi, 32.

Lalu apa saja yang perlu dipersiapkan setelah cuti panjang Anda berakhir?

Ikuti Perkembangan Bisnis Perusahaan

Tahun 2013, Ewi mengikuti pelatihan di luar negeri selama enam bulan. Ia mengaku dapat pelajaran berharga saat kembali ke rutinitas kantornya. Perempuan yang bekerja di salah satu perusahaan migas di Indonesia tersebut mengatakan bahwa ia memiliki jabatan baru saat kembali bekerja di kantornya. Ini artinya ia tidak hanya harus menyesuaikan diri dengan lingkungan kantor, tapi juga posisi barunya.

Dengan keadaan tersebut, ia menyarankan untuk menggali informasi mengenai lingkungan pekerjaan, kolega dan atasan baru.

“Itu bermanfaat untuk mempersiapkan mental kita saat kembali bekerja,” ujarnya.

Iwan, 30, seorang karyawan swasta di Jakarta, pernah mengambil cuti tiga bulan untuk menyelesaikan skripsi S2-nya. Salah satu cara yang dipakainya saat itu ialah mengerjakan tugas-tugas kecil dari kantor.

“Dengan begitu, kita masih bisa mengikuti perkembangan yang terjadi di kantor,” jelas Iwan. Namun, ada baiknya pekerjaan tersebut tidak terlalu berat sehingga tidak sampai mengganggu waktu cuti Anda.

Bicara dengan Atasan Anda

Satu atau dua minggu sebelum kembali ke tempat kerja, buat janji makan siang atau minum kopi dengan supervisor Anda untuk mengetahui:

  • Perubahan-perubahan yang terjadi di kantor, entah itu orang-orang baru, struktur organisasi dan jabatan di departemen tertentu, atau prioritas dalam perusahaan.
  • Harapannya terhadap Anda. Apa yang ingin ia prioritaskan sekarang? Apakah ada target pencapaian atau tenggat waktu yang mendesak? Pengetahuan ini memungkinkan Anda untuk membuat rencana serta menyiapkan mental.

Ada baiknya lakukan pertemuan ini di luar kantor supaya percakapan Anda dengan bos bisa lebih santai.

Lakukan "Uji Coba"

Sekitar seminggu sebelum Anda kembali ke rutinitas kerja semula, coba pergi ke kantor sesuai jam kerja. Lakukan rutinitas seperti bangun pagi, bersiap-siap, memakai make-up, menyetir ke kantor atau naik kendaraan umum di pagi hari. Dengan melakukan ini, Anda tidak panik dan stres di hari pertama kembali ngantor. Ini juga memberi Anda kesempatan untuk ngobrol dengan rekan-rekan kerja sebelum benar-benar kembali bekerja.

[Lihat video: Tata Rias untuk Kerja di dalam Kendaraan Bergerak]

Untuk yang satu ini, lebih baik lakukan di pertengahan minggu, ketika teman-teman kantor Anda tidak begitu sibuk dengan bisnis, email, dan lain-lain, sehingga mereka bisa meluangkan beberapa menit dengan Anda.

Siapkan Bantuan dan Alat Pendukung

Persiapan berbeda diperlukan siapapun yang mengambil cuti hamil. Lisa, 33, mengaku tantangan yang ia hadapi lebih banyak soal meninggalkan bayinya di rumah setelah melewati tiga bulan cuti hamil.

“Dua hal yang harus dipersiapkan, yaitu ASI dan pengasuh bayi,” ujar perempuan yang bekerja di sektor pemerintahan tersebut.

Oleh karena itu, pastikan Anda sudah memiliki peralatan pendukung seperti breast pump, breast pad dan botol susu yang akan menjaga asupan ASI untuk si kecil.

Alasan paling umum untuk memompa ASI ialah untuk mengumpulkan ASI sehingga bayi tetap memperoleh makanan ketika sang ibu tidak ada di rumah, serta untuk mempertahankan kuantitas ASI. Berdasarkan pengalaman Lisa, memompa ASI sebaiknya dilakukan rutin semenjak sang bayi lahir.

“Jadi nanti pas masuk kerja, produksi ASI sudah mengikuti jadwal sebelumnya,” jelas Lisa.

Bagi yang bermaksud mempekerjakan baby sitter atau pengasuh anak, ada baiknya siapkan jauh-jauh hari. “Kalau bisa sebelum sang bayi lahir,” saran Lisa.

Menurutnya, butuh setidaknya dua bulan untuk mendapatkan pengasuh bayi yang rajin dan bisa dipercaya.

“Ini juga penting biar aku bisa tahu kerja si mbak (pengasuh) gimana,” imbuh Lisa.

Baca juga: Bisakah Saya Ambil Cuti Panjang?

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×