Apakah Kondisi Saya Normal Secara Finansial?


Pengalaman bertemu banyak orang terkadang membuat kita tanpa sadar membandingkan keadaan diri sendiri dengan orang lain, termasuk keadaan finansial sehari-hari. Pernahkah Anda melakukannya? 

Jika Anda bertanya-tanya apakah keadaan atau kebiasaan yang Anda jalani juga terjadi pada orang lain, simak beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan ini, berikut jawaban yang bisa membantu Anda: 

Apakah normal jika saya sebagai wanita, menjadi orang yang mengatur keuangan rumah tangga saya?

Ya. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), 51% rumah tangga di Indonesia mengandalkan wanita untuk mengatur keuangan rumah tangga, sementara 48% sisanya mengatur keuangan rumah tangga secara bersama, dimana suami dan istri berperan dalam mengatur urusan uang rumah tangga.

Kurang dari 1% pria mengaku sebagai satu-satunya pengatur keuangan rumah tangga.

Wanita sendiri mengatur 51%
Pria sendiri mengatur 0,5%
Pengaturan bersama 48,5%

Memang sih mengatur keuangan pada dasarnya tentang mengatur anggaran belanja, tapi sebenarnya membutuhkan lebih dari itu. Wanita perlu membuat perubahan dari hanya sekedar menabung ke berinvestasi untuk memastikan tujuan mimpi keluarga berhasil.

[Baca: Saya Sangat Hemat, Tapi Kenapa Tidak Kaya Juga?]

Lebih dari itu, ternyata wanita adalah investor yang lebih baik dibandingkan pria. Penelitian menunjukan investor wanita menghasilkan kinerja investasi 1% lebih baik dibandingkan pria setiap tahunnya. Walaupun 1% tidak terlihat begitu bedanya, tetapi itu menghasilkan uang yang cukup banyak, tergantung dari seberapa besar uang yang diinvestasikan. Hal ini juga menunjukkan bahwa wanita bukan investor yang lebih buruk dibandingkan pria.

Apakah normal jika saya tidak percaya diri dalam membuat keputusan keuangan?

Ya, dan Anda tidak sendirian, kok!

Sebuah penelitian yang dilakukan Prudential Financial di Amerika menunjukkan bahwa wanita memerlukan bantuan dalam pengambilan keputusan finansial. Bahkan, ternyata sembilan dari sepuluh atau 86% wanita mengaku bahwa mereka memerlukan bantuan dalam memilih produk finansial.

Penelitian lain oleh Bank Dunia mengungkapkan bahwa 38% dari mereka yang tidak memiliki produk asuransi mengatakan itu dikarenakan mereka tidak mengerti tentang produk-produk tersebut. Kesanggupan membayar premi bukanlah kendala yang menentukan – tak lebih 1 dari 10 orang atau 6% yang mengatakan premi asuransi terlalu mahal. Dengan kata lain, ini bukanlah hanya masalah uang; orang-orang hanya tidak mengerti produk apa yang mereka perlu beli.

Mengapa wanita kurang percaya diri?

Salah satu alasannya mungkin karena kebanyakan dari kita tidak dididik untuk mengerti tentang pengelolaan keuangan pribadi seawal mungkin. Penelitian yang dilakukan oleh Bank Amerika menunjukkan bahwa sekitar setengah dari populasi wanita di Amerika Serikat dibesarkan dalam keluarga yang tidak membicarakan keuangan secara terbuka. 

Di Asia, kita bisa menduga bahwa keadaannya hampir mirip, atau mungkin lebih parah.

47% responden berkata bahwa mereka berharap orang tua mereka berbicara soal uang kepada mereka lebih dini.

Meski kenyataan tersebut normal, Anda tidak perlu menerimanya begitu saja. Berikut ini beberapa hal yang kami sarankan untuk Anda pertimbangkan:

  • Berhentilah berpikir bahwa “saya tidak pandai berhitung”, “investasi terlalu beresiko” atau bahkan berpikir “ayah/ suami/ saudara laki-laki saya akan mengatur keuangan saya”. Anda juga sanggup untuk mengatur keuangan, hanya saja perlu lebih percaya diri untuk melakukannya.
  • Tentukan tujuan, karena ini akan memberikan Anda petunjuk untuk tipe investasi yang Anda perlukan, serta langkah keuangan lain yang perlu Anda ambil.
  • Temukan penasehat keuangan yang baik; seseorang yang tidak hanya berusaha menjual produk-produk, tetapi bersedia meluangkan waktu untuk mengenal diri Anda, serta apa yang Anda butuhkan.

Baca juga: Bedah Anggaran 3 Ibu Rumah Tangga

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×