Cara Dapat Penghasilan Tambahan Lewat Airbnb


Tidak ada yang bisa mengalahkan kreatifitas. Mendapatkan uang, misalnya, bukan hal mudah namun tidak terbatas caranya.

Di pertengahan tahun 2008, Brian Chesky dan rekan sekamarnya mencari cara untuk memperoleh penghasilan tambahan. Mereka membeli tiga airbed untuk disewakan dan menggunakan situs online sebagai alat promosi. Ide tersebut kemudian berkembang menjadi Airbnb, sebuah situs yang tak hanya membantu banyak orang memperoleh penghasilan tambahan, tapi juga para turis yang ingin berhemat.

Anda juga bisa memperoleh penghasilan tambahan dengan menjadi tuan rumah atau host Airbnb! Ingin tahu caranya? Baca tips sukses berikut.

Memenuhi Standar yang Berlaku

Fasilitas Airbnb saat ini sudah tersebar di lebih dari 190 negara, termasuk di Indonesia. Perusahaan asal Amerika Serikat ini menetapkan sejumlah aturan atau, lebih tepatnya, standar bagi para host. Jika semuanya terpenuhi dengan baik, tuan rumah sendiri yang akan diuntungkan karena potensi tempatnya laris akan semakin meningkat– berhubung tamu bisa memberikan skor penilaian (rating) kepada host setelah masa tinggal mereka berakhir.

Supaya bisa bersaing dengan standard penginapan pada umumnya, Anda perlu menyiapkan kebutuhan dasar wisatawan, termasuk seprei bersih, tissue toilet, sabun mandi, dan handuk. Airbnb juga mengingatkan tuan rumah untuk memaparkan fasilitas-fasilitas lain yang bisa dinikmati oleh tamu pada halaman profil. Tentunya Anda harus jujur dan memastikan dulu bahwa Anda mampu memenuhinya.

Yuli, seseorang yang pernah menggunakan jasa Airbnb saat berlibur di New York, sedikit banyak mengerti tentang apa yang selayaknya ia dapatkan sebagai tamu Airbnb.

“Airbnb bukan Couchsurfing (situs yang menawarkan tempat tinggal gratis untuk turis), maka saya mau host gampang dihubungi, bisa memberi informasi lengkap, seperti peta, alamat kantor polisi terdekat, dan juga disiapkan handuk, selimut, hingga bantal tambahan,” katanya, sambil menambahkan bahwa kebersihan juga merupakan suatu kriteria penting baginya.

Selain itu,tuan rumah yang ramah dan responsif akan menjadi nilai plus.

“Komunikasi yang singkat namun jujur adalah kualitas yang paling penting buat saya,” kata Anna, seorang pemilik vila di Bali yang menjadi host Airbnb sejak tahun 2002. Anna lahir di Belanda, tapi sudah pindah ke Bali bertahun-tahun yang lalu dan lancar berbahasa Bali. Ia bahkan bersedia membantu tamu-tamunya yang ingin melakukan tur lokal. Saat ia tidak dapat menemani tamunya, ia akan memberikan kontak tetangganya yang siap membantu dan membuatkan masakan.

Asti, seorang tamu yang pernah tinggal di sebuah akomodasi Airbnb di Singapura, merasa kecewa ketika tahu sang tuan rumah tidak fleksibel mengenai jam check in/out dan hal-hal lain.

“Pemilik apartemen tidak pernah muncul dan dia membuat peraturan-peraturan seolah-olah tempatnya adalah hotel. Aku lebih baik tinggal di hotel dengan harga kamar yang sama,” katanya.

Strategi Harga

Ingat bahwa calon tamu di Airbnb tak hanya mencari petualangan dengan rasa lokal, tapi sebagian besar memiliki kondisi anggaran penginapan yang terbatas.

Anna mengaku tidak menghabiskan banyak biaya untuk pemasaran, tapi tingkat hunian di vilanya selalu bagus karena ia memberikan nilai lebih dibandingkan dengan penginapan-penginapan yang ada di area sekitarnya.

“Saya melihat tempat-tempat kecil lainnya di area lain dan mengurangi Rp 100.000 dari harga sewa mereka,” tutur Anna yang memberikan harga sekitar Rp 270.000 untuk kamar studio dan 400.000 untuk vila per malam. Bagi tamu yang menginap sendiri, ia bahkan memberikan potongan harga lebih.

Bagi turis seperti Yuli, harga penginapan Airbnb sering dibandingkan dengan hostel dan asrama.

“Kalau di hostel harganya sekitar USD 80 semalam, sementara di Airbnb saya dapat USD 55 per malam,” paparnya.

Seperti Tinggal di Rumah

Eric, seorang pengguna setia Airbnb, senang jika mendapat host yang ramah dan bisa diajak berteman. Ia salah satu orang yang menyukai konsep tinggal di sebuah hunian pribadi.

“Lebih personalized, karena biasanya kamarnya unik dan pengelola memberikan sentuhan pribadi pada dekorasinya,” kata Eric, yang menganggap desain hotel “membosankan”.

Fasilitas yang disediakan tuan rumah juga menentukan apakah tamu merasa seperti berada di rumah.

“(Fasilitas) lengkap seperti rumah pada umumnya, ada mesin cuci, water heater, alat masak lengkap, … hingga seprei dan selimut, TV kabel, Wi-Fi dan AC,” kata Rheta, seorang host yang menyewakan apartemennya di daerah Jakarta Barat.

Jika Anda ingin lebih memahami “budaya” Airbnb dan apa saja yang bisa Anda tawarkan pada tamu, cobalah menginap di salah satu akomodasi Airbnb di kota Anda – atau yang berlokasi di tempat liburan Anda berikutnya – sebelum akhirnya menciptakan pelayanan unik a la penginapan Anda sendiri.

Baca juga: Bagaimana Menghasilkan Uang Saat Liburan

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×