Cara Memulai Bisnis dengan Membuka Kios di Jakarta


Mempunyai kios adalah cara yang bagus untuk memulai bisnis, baik dengan menjual barang atau makanan. Kios memungkinkan Anda untuk mencoba beberapa lokasi tanpa harus berkomitmen menjaga toko atau punya lokasi permanen.

Dengan menjamurnya kios-kios di Jakarta, tentunya Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal yang bisa menentukan kesuksesan bisnis Anda.

Sewa vs. Beli Kios

Saat baru mulai, Anda mungkin ingin menyewa kios dan penyewaan lokasi bisa antara sebulan hingga beberapa tahun lamanya. Kami sarankan Anda memilih sewa jangka pendek terlebih dahulu, jika Anda masih belum yakin kalau lokasinya sesuai dengan target market Anda.

Di samping itu, Anda juga bisa ‘berbagi kios’ dengan penjual lain yang memilih usaha atau produk yang tidak bersaing dengan Anda. Ini tidak hanya menghemat biaya, namun juga memberi fleksibilitas seandainya lokasi kios yang strategis tidak mengijinkan sewa jangka pendek.

Memilih Lokasi

Kios bisa bertempat dekat area perumahan atau perkantoran, oleh karena itu memilih lokasi yang tepat bisa dibilang sangat penting.

“ITC Kuningan kan letaknya di segitiga emas (daerah bisnis), jadi strategis buat buka usaha,” kata Margie, 36, pemilik bisnis jual-beli dan servis HP.

Hal itu pula yang membuat keluarga Adinda, 21, memutuskan untuk membuka kios makanan di Food Court Passer Koeningan, yang berlokasi di Pasar Festival lantai satu.

“Lokasinya strategis, dekat perkantoran, jadi banyak yang makan siang di sini. Itu pertimbangan awal kami buka bisnis di sini,” ujar Adinda, 21, yang memulai bisnis makanan tersebut sekitar Juni 2015.

Tentukan Target Market

Saat menentukan lokasi, Anda juga perlu mempertimbangkan siapa target market Anda. Misalnya, jika Anda ingin memulai bisnis kuliner untuk menarik karyawan kantor atau keluarga, Pasar Festival bisa menjadi pilihan bagus karena lokasinya yang dekat dengan perkantoran daerah Kuningan serta apartemen Taman Rasuna.

Bila target pasar Anda adalah anak-anak muda, lokasi seperti Pasar Santa dapat menjadi pilihan, karena popularitasnya di kalangan pengunjung hipster, alias mereka yang berusia dibawah 32 tahun.

“Di hari-hari kerja, pengunjung yang datang ke Pasar Santa rata-rata anak muda. Tapi, kalau minggu banyak juga keluarga yang datang,” kata Ifad yang sudah setahun berjualan makanan kecil di Pasar Santa.

Lain halnya jika Anda ingin berjualan peralatan elektronik, ITC Kuningan adalah salah satu tempat yang tepat untuk memulai bisnis tersebut karena terbukti ramai pengunjung, terutama saat tanggal muda, alias awal bulan.

Bagaimana dengan bisnis pakaian? Anda bisa mencoba Tanah Abang di Jakarta Pusat, dan Pasar Pagi Mangga Dua di daerah Jakarta Utara.

“Aku sewa kios di sini karena memang nyari pembeli grosiran yang akan menjual lagi barangnya. Tapi bisa juga kalau mau beli satuan,” kata Jeje, salah satu penyewa kios di Pasar Pagi Mangga Dua.

Bandingkan Harga Sewa

Setelah Anda mengetahui lokasi dan dan target pasar, sesuaikan harga sewa kios dengan modal yang Anda miliki. Perhatikan pula rentang waktu yang Anda butuhkan untuk balik modal.

Di Pasar Festival, biaya sewa yang ditawarkan tergantung dari luas kios. Untuk ukuran, biaya sewanya Rp 3 juta rupiah per bulan.

“Kalau dihitung-hitung, kita bisa breakeven itu kurang dari 6 bulan,” ujar Adinda.

Biaya sewa kios ukuran 3x3 meter di ITC Kuningan berkisar antara Rp 3,5 Juta per bulan hingga Rp 4 juta per bulan. Namun harga sewa akan berbeda jika lokasi kios berada di tempat yang lebih strategis. Harga sewa kios yang berada di dekat jembatan menuju ke Mal Ambassador bisa mencapai Rp 100 juta per tahun,

Untuk Pasar Santa, biaya sewa yang ditawarkan mencapai Rp 25 juta per tahun.

“Kami sudah breakeven setelah 2-3 bulan. Kan harga sewanya juga murah,” ujar Ifad.

Sementara itu, untuk Pasar Pagi Mangga Dua, biaya sewanya bisa mencapai Rp 200 juta untuk masa sewa dua tahun, jadi Anda perlu memastikan pendapatan Anda jauh melebihi nominal ini.

Biaya Tersembunyi Lain

“Parkir agak berat buat kita. Dalam sebulan bisa habis Rp 1 juta sendiri buat parkir. Makanya, kita lagi berusaha negosiasi ke manajemen Passer Koeningan untuk dapat free-parking,” kata Adinda.

Selain biaya parkir, kios di Passer Koeningan dikenakan biaya perawatan yang dibayar di awal masa kontrak sewa sebesar Rp 12 juta per tahun untuk digunakan jika ada fasilitas rusak, misalnya lampu atau listrik mengalami gangguan.

Untuk Pasar Santa, setiap kios dikenakan tarif tambahan sebesar Rp 350.000 untuk biaya listrik, air, kebersihan, serta keamanan, sedangkan di Pasar Pagi Mangga Dua setiap kios dikenakan service charge sebesar Rp 1,7 juta hingga Rp 1,8 juta per bulan di luar biaya sewa kios tersebut.

Baca juga: Cara Cerdas Dapat Modal Usaha dari Bank

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×