Bisnis Makanan Bermodal Kendaraan, Kenapa Tidak? Rahasia di Balik Food Truck


Saat ini, bisnis makanan adalah salah satu usaha yang tetap menunjukkan perkembangan pesat di Indonesia. Meski begitu, dengan tingkat kompetisi yang tinggi, pemilik bisnis makanan tak hanya dituntut mampu menghadirkan makanan yang lezat, tapi juga konsep yang kreatif.

Salah satu tren yang akhir-akhir ini makin banyak ditemukan di kota-kota besar seperti Jakarta adalah "pop-up restaurant" berbentuk food truck atau bike truck. Seperti namanya, ini adalah konsep kedai makanan yang menggunakan kendaraan yang dimodifikasi untuk memasak dan menjual makanan, entah itu bus, truk atau motor besar.

Jika Anda memiliki sebuah kendaraan yang bisa dirombak dan siap menjalankan bisnis makanan yang lebih sederhana dari restoran, Anda bisa mencoba yang satu ini. Berikut langkah-langkahnya:

1. Lakukan riset untuk mengenali target pasar

Ini memang hal yang wajib dilakukan oleh seorang pengusaha, apa pun bidang usahanya. Dengan melakukan riset, Anda akan mengetahui seperti apa produk dan konsep food truck yang sesuai dengan selera target pasar bisnis Anda kelak.

Ifad, salah satu pemilik Satay Fatboy yang sukses membuka kedai makanan di Pasar Santa, Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa ia dan rekan-rekannya melakukan riset untuk menentukan harga yang sesuai dengan kantong pembeli, sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk mengoperasikan Fatboy bike truck. Fatboy sendiri mencapai balik modal (BEP) setelah tiga bulan beroperasi di Pasar Santa.

Berdasarkan riset pasar yang mereka lakukan, makanan ringan yang dijual Fatboy – berupa sate sosis, sate bakso udang, chicken wings, jagung bakar, dan sebagainya – digemari pembeli usia 14-22 tahun. Dari data tersebut, Fatboy berani memberi harga Rp 6000-Rp 20.000 per menu.

2. Berburu lokasi berjualan yang strategis

Setelah mengetahui target pasar yang dituju, langkah selanjutnya ialah mencari tempat berjualan. Lokasi sangat berpengaruh pada tingkat keberhasilan bisnis food truck yang nantinya Anda jalankan, karena sebagian besar traffic pembeli berasal dari orang-orang yang biasa hang out alias nongkrong di area tersebut.

Menurut Ifad, Fatboy bike truck sengaja ditempatkan di tengah area yang sering dikunjungi anak-anak muda – sejauh ini usahanya cukup sukses di seberang Camden Bar, Jakarta Selatan, dan di parkiran gedung Sarinah, Jakarta Pusat.

Keuntungan memiliki food truck ialah Anda bisa segera berpindah lokasi saat mendapati lokasi yang ditempati kurang memberikan hasil.

3. Hitung biaya untuk memodifikasi kendaraan dan membeli peralatan dapur

Food truck biasanya berupa kendaraan yang dimodifikasi untuk jadi tempat memasak sekaligus menjual makanan. Sebuah bus atau truk yang dimodifikasi dan didesain secara unik tentunya akan menarik perhatian, namun biaya pembuatannya bisa menghabiskan modal sekitar Rp 200 juta-Rp 700 juta.

[Baca: Bagaimana Saya Membiayai Bisnis Kecil Saya]

Jika anggaran Anda terbatas, maka ada baiknya menggunakan konsep bike truck seperti yang dilakukan oleh Fatboy. Kelebihannya, selain jauh lebih murah, bike truck lebih hemat bahan bakar dan mudah dipindahkan karena ukurannya tidak terlalu besar.

“Pembuatan bike truck hanya memakan waktu dua bulan saja,” kata Ifad, sambil menambahkan bahwa biayanya mencapai sekitar Rp 30 juta.

Bila urusan kendaraan sudah selesai, beralihlah untuk memikirkan alat-alat apa saja yang diperlukan. Pastikan bahwa Anda hanya membeli peralatan masak yang efisien, sehingga tidak memakan ruang kecil yang tersedia.

4. Tentukan menu dan nama yang pas

Bisnis food truck yang sukses tidak hanya mampu menarik pembeli pada minggu-minggu pertama, melainkan secara terus-menerus. Oleh karena itu, pemilihan menu yang tepat akan mempengaruhi keberhasilan bisnis kuliner Anda kelak.

Ifad menjelaskan bahwa Fatboy memilih menu makanan ringan yang sudah familiar di kalangan anak muda.

Untuk urusan nama, pilih nama yang sederhana, mudah diingat, serta berhubungan dengan menu yang Anda jual.

Misalnya, nama Fatboy sengaja dipilih karena cukup menggambarkan menu yang dijual (mengandung lemak tinggi). Meski nampak sepele, jangan remehkan yang satu ini!

5. Pastikan makanan yang dijual memiliki keunikan dan kualitas baik supaya pembeli datang kembali

Menurut Ifad, salah satu kunci keberhasilan dari bisnis food truck terletak pada kesabaran dan kemampuan menciptakan sesuatu yang berbeda. Selanjutnya, penjual tinggal mempertahankan pembeli yang sudah tertarik mencoba, dengan menjaga rasa makanan dan pelayanan yang baik.

Sebagai contoh, Anda bisa menghapalkan nama pembeli dan menuliskannya di wadah makanan yang Anda sajikan. Dengan begitu, pembeli merasa diingat dan diperhatikan, bahkan terpancing untuk mengambil foto makanannya dan menyebarkannya ke media sosial. Anda pun bisa mulai mengumpulkan pelanggan.

Saat memulai bisnis food truck, jangan langsung berharap meraup keuntungan besar. Setiap pengusaha memerlukan kerja keras dan ketekunan untuk bisa meraih sukses.

Nah, setelah mengetahui teorinya, kini Anda tinggal mempraktekkannya. Selamat mencoba!

Baca juga: Cara Memulai Bisnis dengan Membuka Kios di Jakarta

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×