​4 Cara Manfaatkan Properti Anda untuk Bisnis


3. Membuka Tempat Kursus

Setiap tahunnya akan ada pelajar baru yang masuk sekolah atau naik kelas. Dengan jumlah populasi Indonesia yang relatif muda dan laju pertumbuhan manusia yang mencapai 1,49% per tahun, kebutuhan pendidikan akan ikut meningkat.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki ruangan di rumah untuk dijadikan ruang kelas, mengapa tidak memanfaatkannya?

Contohnya Kelik, yang memanfaatkan ruang tamu di dalam rumahnya yang berukuran 3x4 meter sebagai ruang kelas, tepatnya sembilan tahun yang lalu. Sejak itu, ia dan sahabatnya bersama-sama mengajar dan berbagi ilmu dengan anak-anak yang memiliki kesulitan dengan pelajaran sekolah.

Kelik mengaku tidak mengeluarkan modal apa pun untuk memulai bisnis rumahan ini. Ia menggunakan papan tulis yang sudah lama tidak terpakai di rumahnya, memberi alas karpet pada lantai ruang tamu – sesuatu yang juga sudah ia miliki di rumah. Buku-buku yang digunakan adalah buku pelajaran sekolah yang digunakan murid-muridnya.

Usaha yang diberi nama “Rumah Belajar Phinisi” tersebut membantu anak-anak yang berasal dari keluarga menengah ke bawah dengan biaya les yang cukup murah, Rp 40.000-Rp 50.000 per bulan ketika itu.

Promosi yang ia lakukan hanya berupa fotokopi pamflet yang disebar di tiang-tiang listrik di sekitar lingkungannya. Akan tetapi, kualitas menjadi bahan promosi terbesarnya melalui word of mouth (WOM). Omzet yang diraih memungkinkan dirinya memindahkan “Rumah Belajar Phinisi” ke lokasi baru yang lebih besar untuk menampung lebih banyak murid. Saat ini, tempat kursus tersebut mengenakan biaya les Rp 300.000 per bulan dan menyediakan 10 tenaga pengajar.

4. Menjalankan Restoran Kecil

Clara dan kedua orangtuanya jeli melihat peluang pasar ketika mereka membuka sebuah restoran vegetarian di rumahnya.

“Kakek-Nenek saya vegetarian dan ketika itu susah sekali mencari menu vege,” cerita Clara yang juga berprofesi sebagai seorang pramugari. Ia menambahkan, lokasi rumah mereka juga cukup menjanjikan, karena dekat dengan beberapa vihara dan belum ada banyak restoran vegetarian saat itu – sekitar pertengahan tahun 1990an.

Modal yang dikucurkan untuk memulai usaha restoran bisa dibilang relatif besar. Biaya membeli etalase, meja, kursi dan alat masak mencapai sekitar Rp 10 juta, sementara kulkas untuk menyimpan frozen food harganya sekitar Rp 12 juta. Ini belum termasuk modal untuk menyediakan stok bahan makanan vegetarian yang dipesan dari importir di Jakarta sebesar Rp 8 juta.

Selain itu, usaha restoran juga memerlukan Surat Izin Usaha. Surat Izin ini bergantung pada lokasi usaha tersebut. Anda dapat mendaftarkannya ke kantor walikota setempat dengan membawa berkas-berkas seperti fotokopi KTP, fotokopi IMB, gambar denah lokasi, serta fotokopi NPWP.

Hingga saat ini, restoran Vegetarian “Liem Che” masih bisa ditemukan di rumah keluarga Clara di Tangerang, Banten. Bisnis rumahan tersebut masih berjalan dengan menghidangkan menu prasmanan dan menerima pesanan sekitar 50 kotak per hari.

Baca juga: Sumber Pendanaan untuk Renovasi Rumah

  2 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×