Trik Memulai Bisnis: Pilih PT atau CV?


Pada saat memulai bisnis, memilih bentuk perusahaan yang tepat untuk bisnis Anda seringkali membingungkan. Tiga badan usaha yang paling umum digunakan adalah Perseroan Terbatas (PT), Perseroan Komanditer (Commanditaire Vennootschap, disingkat CV) dan Firma.

Ada beberapa hal yang patut menjadi bahan pertimbangan sebelum memutuskan pemberian badan hukum untuk usaha yang baru Anda rintis:

1. Sesuaikan dengan Sektor Bisnis

Menurut Mohammad Aditya, seorang legal officer perusahaan swasta yang pernah melayani konsultasi pembentukan bisnis, sektor bisnis menjadi salah satu penentu utama pembentukan bisnis. “Misalnya, kalau ingin membentuk usaha distributor makanan dari perusahaan besar, untuk menjadi distributor tingkat daerah CV saja cukup mengakomodasi. Namun, untuk menjadi distributor tingkat nasional CV tidak cukup," jelasnya.

Firma biasanya didirikan oleh beberapa pengusaha atau profesional yang melaksanakan kegiatan usaha di bidang pelayanan jasa, konsultan, atau yang berkaitan dengan profesi atau keahlian tertentu, misalnya perusahaan konsultan hukum, arsitek, atau kantor akuntan publik.

Seiring dengan bisnis yang berkembang, aset dan kebutuhan modal pun bertambah, sehingga badan usaha suatu bisnis bisa "naik tingkat". Contohnya, distribusi makanan di propinsi yang meningkat membuat kebutuhan modal perusahaan menjadi naik, sehingga harus berubah menjadi PT.

"Modal maksimal untuk CV itu antara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. Lebih besar dari itu harus berbentuk PT," jelasnya.

Perlu diingat bahwa baik CV maupun Firma bukan termasuk badan usaha berbadan hukum, sedangkan PT diatur oleh Undang-Undang PT Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

2. Kebutuhan Pasar

Bugi, 32, pemilik Bayusakti Architect mengatakan bahwa pembentukan badan usaha ini penting pada saat memulai bisnis, karena akan menentukan perkembangan bisnis ke depannya.

Bugi yang saat ini mempunyai dua jenis bisnis di bidang jasa arsitektur dan konstruksi, mengaku sangat mempertimbangkan kebutuhan pasar saat menentukan bentuk badan usaha untuk kedua bisnisnya. Untuk bisnis konstruksi, Bugi memilih bernaung di bawah badan hukum PT, agar menambah kepercayaan dari klien dan memenangkan persaingan antar perusahaan jasa konstruksi.

"Dengan memakai bentuk PT, maka klien akan yakin dengan legalitas hukumnya. Itu menjadi jaminan," tukasnya.

"Apalagi rencana saya ingin ikut tender-tender pemerintah yang mewajibkan mempunyai PT, karena nilai proyeknya besar," katanya.

Sementara itu, bisnis keduanya berupa jasa konsultan arsitektur berbentuk Firma. Menurut Bugi, hal ini bisa menambah kredibilitas profesional dan branding.

"Karena kalau Firma, kita bisa menggunakan nama sendiri. Jadi kalau klien mau pakai, langsung ingat nama kita," jelas Bugi, sambil menambahkan bahwa pembentukan Firma membuat hubungan dengan klien lebih personal dan menanggung tanggung jawab secara pribadi.

Anda bisa menggunakan nama apa saja saat mengajukan Akta Pendirian CV dan Firma, karena itu banyak badan usaha berbentuk persekutuan ini yang memiliki kemiripan nama. Untuk pendirian PT, pemakaian nama tidak boleh sama atau mirip dengan nama PT yang sudah ada di Indonesia.

  1 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×