8 Penyakit Modern yang Lebih Mengancam Dibandingkan Satu Dekade Lalu


6. Computer Vision Syndrome

Penyakit iritasi mata makin sering ditemukan akibat penggunaan komputer atau lensa kontak yang berlebihan. Salah satu jenis penyakit yang tergolong baru di era teknologi ini adalah Computer Vision Syndrome (CVS) atau sindrom gangguan mata akibat penggunaan komputer, dimana seseorang mengalami mata pegal, pusing, mata kering, bahkan pandangan kabur saat menatap komputer.

Hal ini bisa diatasi dengan memastikan bahwa penerangan dalam ruangan nyaman dan tidak silau bagi mata, mengatur posisi layar komputer sehingga posisi kepala tidak terlalu dekat atau lebih rendah dari layar, serta melengkapi meja dengan kursi komputer yang memiliki sandaran leher dan punggung.nyaman.

Terakhir, Anda bisa mengatur setelan di komputer atau menggunakan kacamata khusus komputer seperti yang diproduksi Gunnar. Jangan lupa mengambil jeda dari layar komputer bahkan saat Anda berada di kantor.

7. Attention-deficit/ hyperactivity disorder (ADHD)

ADHD ialah kelainan otak yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam fokus dan berkonsentrasi.

Penyakit yang satu ini makin menjadi perhatian para orang tua, sejak makin banyak orang menemukan kondisi tersebut pada anak-anak mereka. Kenyataannya, sebagian besar kondisi ADHD tidak terdeteksi atau dirawat hingga anak tumbuh dewasa. Akibatnya, penderita ADHD akan mempunyai kecenderungan mengalami kecelakaan, kesulitan menyelesaikan sekolah atau memperoleh pekerjaan, dan mudah mengalami kecanduan tertentu.

Jika Anda menemukan beberapa gejala ADHD pada diri Anda atau anak, misalnya sulit berkonsetrasi, sulit duduk diam atau tidak berbicara selama beberapa saat, sering merasa tidak tenang, sangat suka berbicara dan memotong ucapan orang lain, segera ambil tindakan untuk mengobatinya.

Selain melalui pengobatan, beberapa metode alami juga dinilai dapat menekan pemicu ADHD, misalnya menghindari makanan dan minuman yang bersifat allergen – telur, susu, coklat, atau makanan yang mengandung MSG, pewarna dan pengawet, serta meningkatkan konsumsi protein. 

8. Orthorexia Nervosa

Di era modern dimana makin banyak orang mendukung pola makan sehat dan makin memilih-milih bahan makanan untuk dikonsumsi, mulai dikenal satu kondisi dimana seseorang terobsesi dengan makan sehat dan menerapkan diet ketat bagi dirinya. Akibatnya, penderita orthoreia nervosa cenderung memiliki berat badan dibawah batas normal dan tidak bisa lagi menikmati kegiatan makan.

Karena itu, kondisi ini tergolong gangguan makan yang mirip dengan anorexia, meski tujuan akhir penderitanya bukan untuk menjadi kurus.

Jika Anda mulai menunjukkan tanda-tanda seperti tidak suka makan, rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk memikirkan tentang makanan sehat, menyiapkan menu untuk beberapa hari ke depan, dan merasa terisolasi secara sosial karena tidak bisa makan apa-apa selain di rumah sendiri, maka Anda perlu berbicara dengan seorang ahli gizi atau psikolog.

Baca juga: Nasehat yang Saya Harap Dulu Dengar di Usia 20an

  2 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×