Tips Berlibur ke Jepang untuk Pemula


4. Memilih Tempat Penginapan

Jika Anda menginginkan pengalaman yang benar-benar seperti gaya serta budaya orang Jepang, Anda bisa menginap di Ryokan atau Minshuku. Keduanya memiliki karakteristik yang serupa, berupa guest-house milik pribadi yang menyediakan tempat tinggal dan makan.

Rate yang ditawarkan terbilang mahal dibandingkan menginap di hostel atau kamar murah di Airbnb – Ryokan berkisar 6.000 yen per malam (Rp 740.000) dan Minshuku berkisar 4.000 yen (Rp 494.000) per malam, namun keramahannya terjamin dan Anda dapat menikmati beberapa keunikan budaya Jepang, termasuk tidur di ruangan dengan lantai beralaskan tatami dan futon – tempat tidur gulung tradisional khas Jepang, mengenakan yukata, meminjam geta – alas kaki tradisional Jepang – untuk jalan-jalan di luar, atau mencoba pemandian umum.

“Kalau ingin menghemat, Anda bisa mencoba capsule hotel yang unik dan hanya berkisar 3.000 yen (Rp 370.000) per malam,” saran Icha, sambil menambahkan bahwa hotel jenis ini sebagian besar berlokasi di Tokyo dan Osaka.

5. Install Mobile App yang Berguna di Jalan

Google Translate

Seperti halnya di Korea, jarang menemukan orang yang bisa berbicara Bahasa Inggris di Jepang. Walau demikian, kota-kota seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka lebih "ramah" terhadap turis, mengingat di ketiga kota tersebut lebih banyak tanda dan petugas yang menggunakan Bahasa Inggris.

“Selain ketiga tempat itu, Anda kemungkinan besar harus bergantung kepada bahasa tubuh jika ingin berkomunikasi dengan orang-orang sekitar,” kata Icha.

Jika Anda tidak ingin menghabiskan waktu untuk belajar huruf Hiragana dan Katakana sebelum pergi, jangan lupa untuk menginstall Google Translate terlebih dahulu. Aplikasi ini mampu menerjemahkan tulisan bermodalkan kamera HP Anda dan juga menyediakan two-way automatic speech translation.

Tersedia di App Store dan Google Play.

Hyperdia App

"Kemana-mana pakai kereta aja, sebab taksi mahal. Sekali buka pintu 660-780 yen alias sekitar Rp 100.000. Bahkan, tarif Uber di sana wajib disamakan dengan tarif taksi," tutur Nuniek.

Dengan Hyperdia app, Anda bisa melakukan pencarian dengan menggunakan suara dengan Bahasa Inggris atau Jepang, untuk menolong Anda dalam mencari informasi kereta, seperti rute terpendek, tarif, tarif komuter, peta, hingga waktu keberangkatan. Anda dapat menghindari sakit kepala akibat harus melalui proses memasukkan nama stasiun kereta dalam Bahasa Jepang yang memakan waktu karena Anda tidak memahaminya.

Tersedia di App Store dan Google Play.

6. Sewa Sebuah Pocket Wi-Fi

“Tidak seperti di Indonesia, di Jepang sulit menemukan akses Wi-Fi yang terbuka untuk publik. Itu mengapa disini ada jasa sewa HP dan Wi-Fi,” jelas Icha. Dengan memiliki pocket Wi-Fi selama Anda berlibur di Jepang, semua gadget Anda tetap bisa terkoneksi ke internet secara bersamaan tanpa ada batasan kuota.

Anda bisa menyewa router nirkabel ini di outlet perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang paling mudah ditemukan di bandara. Kabar baiknya, Anda bisa menyewa dengan harga yang lebih murah jika Anda melakukan pemesanan sebelum Anda tiba di Jepang. Caranya, isi formulir pemesanan melalui situs perusahaan yang menyediakan jasa penyewaan pocket Wi-Fi setidaknya 2 hari sebelum kedatangan di Jepang, lalu lakukan konfirmasi pemesanan melalui email dan selesaikan pembayaran sesuai instruksi.

Harga untuk premium Wi-Fi sekitar 6.450 yen, atau sekitar Rp 797.000, dengan masa aktif 5 hari. Perusahaan tersebut nantinya akan mengantarkan pocket Wi-Fi ke tempat Anda menginap sehari sebelum kedatangan Anda – atau ke bandara saat Anda tiba – secara gratis. What a lifesaver indeed!

Baca juga: 10 Liburan Outdoor Keluarga di Daerah Sejuk Indonesia

  2 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×