Worth It or Not Worth It: Menyewa Apartemen Bersama Rekan Sekerja


PERTANYAAN:

Saya asisten manajer berusia 24 tahun, berasal dari Bandung, dan baru-baru dipindah-tugaskan ke kantor pusat perusahaan di Jakarta. Saya sudah bekerja di perusahaan ini selama 2 tahun dan saya menyukainya. Berhubung saya tidak mempunyai keluarga dekat di Jakarta, saya berpikir untuk menyewa sebuah apartemen bersama dua rekan sekerja yang saya kenal belum lama ini. Saya akan menempati kamar yang lebih kecil dan harus membayar uang sewa 6 bulan di muka (Rp 16 juta/ orang), tetapi saya akan bisa pulang-pergi kantor dengan berjalan kaki. Pendapatan saya Rp 8 juta per bulan. 

1. Bagaimana Anda akan membayar uang sewa 6 bulan tersebut?

a. Saya berencana meminjam dari orang tua dan mengembalikannya nanti

b. Saya akan mengambil pekerjaan paruh waktu untuk membayar sewa tersebut

c. Saya akan mengambil dana dari tabungan


2. Berapa kira-kira jumlah tabungan Anda?

a. Saya masih berusaha keras untuk mendisiplinkan diri supaya menabung tiap bulan

b. Tabungan saya sekitar Rp 20 juta

c. Tabungan saya lebih dari Rp 30 juta


3. Mana dari ketiga pernyataan di bawah ini yang menggambarkan hubungan Anda dengan calon teman serumah Anda?

a. Kami bertemu saat tamasya kantor dan mengetahui bahwa kami berasal dari kota yang berbeda

b. Kami seumuran, belum menikah dan saling mengenal pacar satu sama lain

c. Kami berkumpul hampir setiap akhir minggu, karena memiliki kegemaran yang sama

JAWABAN

Jika Nilai Anda 50 atau Kurang:

Pindah ke apartemen bersama dua teman adalah keputusan besar, terutama jika mereka bisa dibilang orang asing. Anda bertiga baru saja mulai menyesuaikan diri untuk tinggal di kota baru seperti Jakarta, sehingga saat ini Anda belum tahu apakah Anda akan merasa cocok dengan kebiasaan dan gaya hidup mereka. Bayangkan jika salah satunya membawa saudara jauhnya untuk tinggal di apartemen selama liburan 1 minggu; ini mungkin akan menambah biaya air dan listrik. Perlu diingat bahwa uang sewa 6 bulan tersebut tidak termasuk biaya perawatan gedung dan pemakaian sehari-hari – yang jumlahnya bisa sebesar 15% dari sewa setiap bulan– sehingga Anda bisa jadi akan menghabiskan biaya lebih besar dari kemampuan Anda dan terjebak dalam situasi demikian setidaknya selama 6 bulan. Pertimbangkan untuk mencari kos yang lokasinya dekat dengan kantor dan terus menabung setidaknya 20% dari penghasilan tiap bulan, hingga Anda memiliki Dana Darurat.

Jika Nilai Anda Antara 50-80:

Anda sudah memiliki beberapa pilihan untuk membiayai sewa Anda dan berusaha untuk mengenal calon teman serumah Anda. Namun, ada baiknya selesaikan beberapa hal berikut sebelum Anda terikat dengan komitmen sewa selama 6 bulan ke depan:

  1. Setiap pinjaman atau utang kartu kredit yang akan menambah beban pada penghasilan Anda 
  2. Pastikan Anda masih memiliki Dana Darurat yang dapat menutup biaya hidup Anda selama 6 bulan atau sekitar Rp 25 juta, berdasarkan perkiraan berikut: 

Jika Nilai Anda Diatas 80 atau Lebih:

Anda mungkin sudah membayangkan betapa menyenangkan berbagi tempat tinggal dengan calon teman serumah Anda. Pemikiran untuk tinggal di apartemen bagi Anda adalah praktis, karena lokasinya sangat dekat dengan kantor dan Anda dapat menabung lebih banyak dengan berbagi biaya sewa. Diskusikan di antara Anda bertiga tentang harapan masing-masing seputar hal-hal mendasar, misalnya jadwal bersih-bersih, kesepakatan membawa tamu, dan sebagainya. Teruskan kebiasaan menabung Anda dan ingat bahwa Anda harus membayar biaya sewa tiap 6 bulan sekali. Siapa tahu pemilik apartemen akan menaikkan biaya sewa atau salah satu rekan kerja Anda memutuskan untuk pindah.

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×