Saya Ingin Memiliki Kebun


 
PERTANYAAN:
Ini sesuatu yang mulai terpikirkan setelah saya menikah dan menjadi seorang ibu rumah tangga. Bagi saya, hal tersebut merupakan perubahan drastis --dulu saya bekerja untuk perusahaan besar, sekarang tinggal di rumah sepanjang hari. Setelah beberapa saat, saya bosan dan ingin mempunyai aktivitas baru. Suami saya menyarankan untuk memanfaatkan "ruang kosong" yang kami miliki di depan dan belakang rumah sebagai taman. Tapi, saya benar-benar tidak menguasai teknik berkebun dan kuatir kalau ini akhirnya hanya membuang waktu dan uang. 
 
 
 
1. Apa Anda sudah punya ide tentang taman tersebut dan memperkirakan biaya pembuatannya?
a. Tidak. Ini adalah ide suami saya, jadi dia saja yang melakukan perencanaannya
b. Saya sudah menggabungkan beberapa konsep desain dari majalah-majalah
yang saya suka

c. Kami telah mendiskusikan konsepnya dengan seorang teman yang kebetulan seorang arsitek lansekap
 
2. Apakah Anda berdua memiliki dana darurat?
a. Apa itu? Saya belum pernah mendengarnya
b. Seingat saya kami punya cukup dana sebesar 6 bulan biaya hidup (sekitar Rp 66 juta) 
c. Ya, namun kami akan menggunakan tabungan yang lain untuk keperluan ini
 
3. Bagaimana Anda akan merawat taman/ kebun tersebut?
a. Saya akan menanam beberapa bibit, kemudian menyiraminya saat tumbuh
b. Saya akan memilih tanaman dan bunga dengan warna-warna yang saya sukai, agar saya merasa senang merawatnya setiap hari

c. Saya ingin membuat sebuah taman/kebun yang tak hanya indah dilihat, namun juga berguna untuk ditanami sayur-sayuran segar 
 
 
JAWABAN:
 
Jika Nilai Anda 50 atau Kurang:
 
Anda belum siap mempunyai taman/kebun, entah karena Anda tidak terbiasa dengan aktivitas yang berhubungan dengan alam atau karena Anda hanya ingin melakukannya untuk suami. Pertama-tama, Anda harus siap membuat komitmen jangka panjang untuk merawat taman tersebut --menyiapkan tanahnya, menanam benih, menyirami, mengawasi pertumbuhan tanaman, dll-- atau mempekerjakan tukang kebun yang akan merawatnya untuk Anda. Pilihan yang terakhir ini akan menambah pengeluaran rutin Anda setiap bulan, dan ini sebaiknya Anda hindari jika belum memiliki Dana Darurat. Jika Anda benar-benar tidak suka berkebun, coba cari aktivitas lain yang bisa Anda lakukan.
 
Jika Nilai Anda Antara 50-80:

Anda sudah punya ide tentang memiliki sebuah taman dan ini semestinya bisa dilakukan jika Anda punya kesabaran dan waktu. Tetapi ingat kalau bayangan Anda mungkin meleset. Contohnya, untuk mendapatkan hasil seperti yang Anda lihat di majalah mungkin butuh waktu perawatan berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Sebelum Anda mengeluarkan uang untuk tujuan ini, kenapa tidak mulai dulu dengan "uji coba" kecil --misalnya menanam bibit cabe atau ketumbar dalam pot-- untuk melihat apakah Anda benar-benar menikmati proses berkebun. Jika ya, Anda pun bisa mulai berkebun.
 
Jika Nilai Anda Diatas 80 atau Lebih:

Anda dan suami tidak keberatan mengeluarkan biaya lebih untuk taman/ kebun karena tampaknya Anda berdua menyukai alam dan berpikir bahwa keberadaan taman akan menambah nilai estetika tempat tinggal Anda. Sebenarnya taman yang indah tidak hanya menambah nilai estetika rumah, tapi juga meningkatkan nilai jual rumah tersebut. Oleh sebab itu, ada baiknya rencanakan dengan matang dan buat perkiraan biaya secara rinci sebelum memulai. Sayur-sayuran segar dari kebun sendiri juga bisa menghasilkan masakan yang lebih sehat, sekaligus mengurangi anggaran belanja Anda. 

 

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×