Prinsip Seputar Uang yang Bisa Dipelajari dari Sinterklas


Sepertinya perayaan Natal tidak akan meriah tanpa kehadiran karakter pria berbaju merah ini. Apa yang bermula dari kegiatan amal oleh seorang uskup bernama Nicholas kini telah menjadi bagian dari kebudayaan pop kita; Sinterklas, stoking Natal, tradisi memberi hadiah, dan sebagainya. 

Meskipun ada beberapa hal yang susah dimengerti tentang pahlawan imajiner berjanggut putih ini -misalnya bagaimana perutnya bisa muat lewat cerobong asap- sebenarnya kita bisa belajar banyak hal baik untuk diteruskan ke generasi berikutnya.

Belanja sebelum musimnya tiba 

Sebagai seseorang yang mendedikasikan hidup untuk memberi hadiah kepada anak-anak, Sinterklas pastinya jago belanja atau paling tidak ia mempekerjakan asisten pribadi yang handal untuk urusan ini.

Tentu saja tidak semua hadiah dari Sinterklas dibuat oleh para kurcaci –apalagi kalau tenaga kerja kurcaci berkurang karena beberapa mengambil cuti panjang secara bersamaan. Triknya adalah berbelanja ketika musimnya belum tiba atau sudah lewat; saat inilah permintaan akan mainan dan hiasan Natal tidak setinggi saat musim belanja tiba. Dengan bantuan Nyonya Sinterklas, ia punya sepanjang tahun untuk mempersiapkan karung hadiahnya. Jadi, kalau suatu hari Anda berpapasan dengan seorang pria gemuk yang memborong semua mainan diskon, beri ia ruang karena mungkin saja itu Sinterklas.  

Mengolah kekayaan hingga beberapa generasi 

Sinterklas mungkin menjalankan kehidupan ganda, atau memiliki pekerjaan sambilan atau penghasilan pasif. Meski ia punya dua orang tua yang kaya raya, ia mengerti bahwa ia harus mengembangkan kekayaan tersebut supaya dapat terus melakukan pekerjaan sukarelanya.

Triknya adalah membuat uang Anda bekerja untuk Anda. Begitu Anda sudah punya dana darurat yang memadai, Anda bisa mulai melirik berbagai produk investasi. Menaruh semua telur Anda di dalam satu keranjang adalah tindakan yang beresiko, karena Anda tidak akan punya apa-apa seandainya keranjang tersebut jatuh.

Lokasi yang hemat dan efisien

Meski beberapa laporan mengatakan bahwa lapisan es di Kutub Utara akan meleleh dalam beberapa tahun ke depan, Sinterklas memilih lokasi ini karena beberapa alasan yang menurutnya bagus. Pertama-tama, ia bisa tetap netral karena tidak ada negara yang bisa mengklaim Kutub Utara, mengingat lokasinya berada di perairan internasional. Posisinya berada di titik paling utara bumi dan lokasinya berubah dari waktu ke waktu –meskipun tidak memiliki zona waktu. Karena itu, sangat sulit untuk mendeteksi keberadaan Sinterklas dan ia harus berpergian naik rusa-rusa Kutub peliharaannya. 

Kedua, Kutub Utara mengalami satu matahari terbit dan satu matahari tenggelam setiap tahun. Ini artinya para kurcaci bisa mempercepat pekerjaan mereka di musim panas, saat ada sinar matahari sepanjang hari, dan beristirahat saat musim dingin. 

Lokasi merupakan aspek penting bagi sebuah bisnis. Biaya tenaga kerja, biaya distribusi dan biaya pemeliharaan adalah beberapa pengeluaran utama yang perlu dipertimbangkan secara matang. Jadi, jika lain kali Anda ingin berpura-pura menjadi Sinterklas dan memberi hadiah kepada anak Anda, pastikan Anda sudah menghapus tulisan "Dibuat di Cina". 

Kedermawanan

Perdebatan mengenai keberadaan Sinterklas bisa berlanjut hingga beberapa dekade, tetapi kenapa tidak coba belajar menjadi dermawan seperti dia? Kita semua tahu kalau itu adalah hal yang baik  –bahkan WikiHow menyediakan petunjuk untuk  menjadi lebih murah hati–  tapi kenyataannya memang lebih mudah untuk mengucapkan dibanding melakukannya.

Kita semua bisa menghasilkan uang lalu membelanjakannya dalam hitungan detik, tetapi memberi sesuatu kepada orang lain akan meninggalkan jejak yang akan bertahan lama. Saat kita membuat sebuah perubahan dalam kehidupan seseorang, tentunya itu menjadi sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Bacaan menarik lain:  Solusi untuk Hadiah yang Tidak Diinginkan

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×