Saya Ingin Punya Kolam Renang


PERTANYAAN:

Saya wanita berkeluarga, berusia 38 tahun dan memiliki 2 putri. Anak tertua kami menunjukkan minat pada olahraga renang, oleh karenanya saya dan suami ingin membangun sebuah kolam renang di halaman belakang. Kami punya dana darurat yang cukup, tapi masih memiliki cicilan rumah untuk dilunasi dalam 2 tahun ke depan.

JAWAB PERTANYAAN BERIKUT:

1. Dari mana Anda mendapatkan biaya untuk membangunnya?
A. Kami akan mengambil sebagian dana darurat kami
B. Kami akan menggunakan tabungan bersama
C. Kami akan menggunakan penghasilan pasif kami

2. Apakah tersedia lahan cukup untuk pool deck?
A. Tidak, kolam renang tersebut akan menempati seluruh area halaman
B. Hanya cukup untuk menaruh 1 kursi malas
C. Ya, kami bahkan bisa mengadakan pesta BBQ di samping kolam

3. Mengapa Anda merasa perlu punya kolam renang sekarang?
A. Kami ingin menghibur tamu di rumah
B. Kami ingin mengasah bakat anak kami
C. Kami ingin menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas di rumah

HASILNYA:

Jika Nilai Anda Kurang dari 50:

Kolam renang bukanlah alasan yang tepat untuk menggunakan dana darurat Anda. Ini adalah kebutuhan tersier; sesuatu yang bagus, tapi tidak harus dimiliki. Ada banyak cara lain untuk mengasah hobi anak Anda, misalnya mendaftarkannya ke klub berenang atau klub selam dimana ia bisa melatih kemampuan berenangnya dan bertemu banyak penggemar olahraga air seperti dirinya.

Jika Nilai Anda Antara 50 dan 80:

Jujur saja, rumah Anda sebenarnya terlalu kecil untuk diberi kolam renang. Halaman rumah Anda setidaknya harus punya area kosong seluas 300 meter persegi untuk membangun sebuah kolam renang seluas 90 meter persegi. Idealnya, Anda juga membangun pool deck yang kokoh untuk keamanan dan kenyamanan bersama, sehingga halaman Anda masih bisa dimanfaatkan untuk hal-hal lain –tidak hanya untuk menaruh satu kursi untuk berjemur di samping kolam. Untuk tujuan ini, bersiaplah untuk membayar paling sedikit Rp 250 juta ditambah biaya perawatan rutin.

Jika Nilai Anda Lebih dari 80:

Tahun ini Anda dan suami memperoleh sebagian bunga dan imbal hasil dari penghasilan pasif Anda, sehingga Anda berpikir ini saat yang tepat untuk membangun sebuah kolam renang. Jika Anda punya Rp 300 juta untuk biaya konstruksi dan Rp 60 juta/ tahun untuk biaya perawatan kolam –di luar dana darurat– maka lakukan saja. Bicarakan tentang ide ini kepada anak-anak Anda sehingga mereka ikut merasa memilki kolam tersebut. Setelah itu, pastikan Anda dan suami juga punya lebih banyak waktu untuk berenang bersama mereka. Dengan pengeluaran sebesar ini, rasanya sia-sia jika akhirnya hanya 1-2 orang menggunakannya.

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×