Biaya Proses Bayi Tabung di Indonesia


Salah satu naluri manusia yang paling mendasar adalah keinginan memiliki anak. Saat pasutri divonis menderita infertilitas, wajar jika kemudian mencari solusi reproduksi buatan untuk bisa hamil, misalnya melalui teknik in vitro fertilization –IVF, atau dikenal juga dengan istilah “bayi tabung”– dan intrauterine insemination, atau disingkat IUI.

Selain biayanya yang bisa sangat mahal, reproduksi berbantu juga bisa menguras tenaga secara fisik maupun emosional. Namun apabila risiko yang besar ini dapat diatasi, anugerah yang besar juga bisa dituai. 

Kenali Pilihan Anda

“Pertama-tama, pasutri perlu mengenali penyebab mereka memerlukan teknik reproduksi berbantu,” kata spesialis IVF dr. Arie A. Polim, SpOG kepada LiveOlive. Untuk wanita, penyebab sulit hamil yang paling sering dijumpai adalah karena tersumbatnya saluran indung telur, sedangkan untuk pria adalah rendahnya kandungan sperma dalam air mani (azoospermia). Konsultasikan kasus Anda terlebih dahulu pada dokter kandungan atau urolog supaya bisa memilih teknik reproduksi berbantu yang paling cocok untuk Anda.

IVF adalah teknik reproduksi berbantu di mana embryo diciptakan dengan mempertemukan sel telur wanita dengan sperma pria di dalam laboratorium, kemudian ditanam ke dalam rahim. Sedangkan teknik IUI mempertemukan sperma dengan sel telur dalam kandungan wanita secara buatan, sehingga tercipta embryo. 

Peluang Keberhasilan

Untuk wanita berusia 35 tahun ke bawah, peluang kehamilan rata-rata untuk IUI adalah 15%, sedangkan untuk IVF 40%. Peluang ini lebih kecil untuk wanita yang berusia 35 tahun ke atas. Ada kemungkinan perlu mencoba beberapa kali sebelum berhasil, dan perlu menentukan sampai berapa kali Anda akan mencoba jika tidak berhasil juga.

“Akan ada banyak air mata,” kata dr Arie. “Entah itu air mata kebahagiaan apabila anak yang diidam-idamkan akhirnya lahir, atau air mata kekecewaan kalau ternyata tidak berhasil. Yang terpenting adalah pasutri perlu berserah dan siap menerima apapun hasilnya.”

Siapkan Biayanya

Pada awal 2014, IUI memakan biaya sekitar Rp 6 juta, sedangkan IVF memakan biaya total sekitar Rp 70 juta per siklus. Alasan mengapa IVF sangat mahal antara lain karena banyaknya prosedur berteknologi tinggi seperti ovum pickup –ekstraksi sel telur, sperm injection –pembuahan sel telur secara buatan dalam tabung, dan embryo transfer –penanaman embryo ke dalam kandungan. Selain itu ada juga biaya tes darah untuk menentukan kecocokan pasutri menjalankan IVF, konsultasi dan kontrol dokter, serta pengadaan obat-obatan impor.

Di Indonesia belum ada asuransi yang menanggung terapi reproduksi buatan. Jika Anda beruntung, terkadang bisa menemukan paket promo atau kerjasama dengan bank untuk pembayaran cicilan rendah bunga. Namun penawaran seperti ini sangat jarang ditemui.

Meskipun begitu, menurut dr. Arie, biaya IVF masih lebih murah di Indonesia daripada di Singapura atau Malaysia, dimana program IVF bisa sekitar 30% lebih mahal.

Pada akhirnya, perjalanan menuju kehamilan sama pentingnya dengan hasil yang diharapkan. Tekanan batin dan fisik akibat prosedur reproduksi berbantu, biaya yang mahal secara finansial, dan tingginya risiko kegagalan bisa menggoyahkan pasangan yang paling kuat sekalipun. Ketahuilah apa yang rela Anda korbankan demi mencoba hamil melalui reproduksi berbantu, dan tetapkan batasan-batasan yang tegas. Sediakan dana dengan strategi jangka panjang yang realistis, seperti menabung atau berinvestasi selama jangka waktu tertentu, atau menjual aset. Pasangan yang berkomitmen untuk saling mendukung bisa membuat perjalanan ini berharga, apapun hasilnya.

Baca juga:  Kebiasaan Baik Seputar Uang yang Diturunkan Orangtua ke Anak

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×